"Pencurian Abad Ini": Mona Lisa Hilang dari Louvre 114 Tahun Lalu

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
"Pencurian Abad Ini": Mona Lisa Hilang dari Louvre 114 Tahun Lalu


Pencurian koleksi perhiasan dari Museum Louvre pada hari Minggu (19/10) lalu mengejutkan banyak pihak. Tidak ada yang menyangka bahwa koleksi perhiasan dari museum yang paling banyak dikunjungi oleh turis dunia itu bisa dicuri. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan tentang keamanan di salah satu tempat wisata terkenal di dunia.

Namun, pencurian di Museum Louvre bukanlah yang pertama kali terjadi. Dalam sejarah, pencurian pertama yang paling terkenal terjadi pada tahun 1911 atau 114 tahun yang lalu. Saat itu, lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang disimpan di museum tersebut hilang. Pencurian ini dikenal sebagai "Pencurian Seni Abad Ini" karena dampaknya yang besar terhadap dunia seni.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lukisan Mona Lisa dibawa oleh Da Vinci saat ia diundang ke Prancis oleh Raja Francis I pada tahun 1516. Setelah dibeli oleh Francis I, lukisan itu ditempatkan di Louvre saat Revolusi Prancis. Napoleon Bonaparte kemudian mengambil lukisan itu untuk dipajang di kamarnya, tetapi akhirnya dikembalikan lagi ke Louvre.

Pelaku pencurian lukisan Mona Lisa adalah Vincenzo Perugia. Dia adalah orang Italia yang pindah ke Paris pada tahun 1908 dan sempat bekerja di Museum Louvre. Selama bekerja di sana, ia memiliki akses yang cukup luas dan pengetahuan tentang sistem keamanan museum.


Pada hari Minggu, 20 Agustus 1911 malam, Perugia masuk ke Museum Louvre menuju Salon Carré, tempat lukisan Mona Lisa ditempatkan bersama lukisan-lukisan lain. Pengamanan yang lemah membuat Perugia dengan mudah bersembunyi di lemari penyimpanan.

Perugia tetap bersembunyi di lemari penyimpanan hingga yakin bahwa museum sudah tutup dan tidak ada lagi pengunjung atau staf yang berjalan di sana. Sekitar pukul 07.15 keesokan pagi, dia keluar dari persembunyiannya mengenakan celemak putih, pakaian yang sama yang digunakan pegawai museum. Setelah memastikan keadaan aman, dia berjalan ke arah lukisan Mona Lisa, mengambilnya dari dinding dan membawanya ke tangga darurat terdekat. Di sana, dia melepas kanvas lukisan dari bingkai kaca pelindung.

Satu-satunya kendala dalam rencana pencuriannya adalah ketika hendak keluar dari museum. Karena pintu terkunci, dia meletakkan lukisan Mona Lisa yang dibungkus kain putih di lantai dan mencoba membuka kenop pintu. Saat mencoba membuka kenop pintu, seorang tukang ledeng muncul. Tukang ledeng itu tidak curiga dan bahkan membantunya membuka pintu. Setelah mengucapkan "terima kasih" dengan ramah, Perugia keluar dari museum bersama Mona Lisa.


Selama satu hari penuh, tidak satu pun pegawai Museum Louvre yang menyadari bahwa Mona Lisa telah hilang. Alasannya adalah karena lukisan di museum sering dipindahkan dari dinding untuk dibersihkan atau difoto. Akibatnya, orang yang lewat tidak begitu memperhatikan ruang kosong di dinding tempat lukisan biasanya berada.

Sekitar tengah hari pada hari Selasa, seorang seniman yang berkunjung meminta penjaga keamanan untuk melacak lukisan itu. Penjaga tidak dapat menemukan lukisan tersebut, dan akhirnya pihak museum memanggil polisi untuk melakukan pencarian. Mereka akhirnya menemukan bingkai kaca lukisan Mona Lisa di tangga darurat.

Di malam itu juga, pihak museum membuat pengumuman ke seluruh dunia: "Mona Lisa hilang. Sejauh ini kami belum memiliki petunjuk siapa yang melakukan kejahatan ini". Detektif datang ke museum untuk mencari sidik jari dan menanyai para saksi. Mobil, penumpang kapal uap, dan pejalan kaki digeledah di pos pemeriksaan, dan polisi mengedarkan poster pencarian lukisan Mona Lisa.


Dua tahun berlalu tanpa ada petunjuk yang menjanjikan. Perugia yang saat itu menyebut dirinya sebagai Leonardo Vincenzo menulis surat kepada seorang pedagang seni di Florence bernama Alfredo Geri, menawarkan untuk membawa lukisan ke Italia dengan imbalan 500 ribu lira. Dia kemudian pergi ke Florence dengan kereta pada Desember 1913, membawa Mona Lisa di dalam peti.

Setelah memesan kamar hotel dengan nama palsu, dia membawa Mona Lisa ke galeri milik Geri. Geri membujuknya untuk meninggalkan Mona Lisa untuk pemeriksaan ahli. Perugia ditangkap tak lama setelah itu. Saat diperiksa, Perugia meyakini bahwa Mona Lisa dicuri dari Florence oleh Napoleon dan dia seharusnya diberi penghargaan atas tugas patriotiknya membawa kembali Mona Lisa ke Italia.

Perugia menjalani hukuman penjara, tapi hanya sebentar. Sementara itu, Mona Lisa akhirnya dikembalikan ke Museum Louvre dan dipajang hingga kini dengan aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan