
Kejadian Pencurian Bersejarah di Museum Louvre
PARIS, aiotrade – Aparat kepolisian Prancis masih melakukan pencarian terhadap komplotan pencuri yang berhasil mengambil perhiasan bersejarah dari Museum Louvre, Paris. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (19/10/2025) dan mengejutkan seluruh masyarakat Prancis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pencurian tersebut terjadi pada pagi hari saat museum sedang buka. Aksi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan museum yang dikenal sebagai salah satu tempat wisata budaya terpenting di dunia. Menurut informasi yang diperoleh, pencurian dilakukan sekitar pukul 9.30 waktu setempat, tiga puluh menit setelah museum dibuka.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengakui bahwa kejadian ini menunjukkan "titik lemah" dalam sistem keamanan museum. Pihak berwenang telah membentuk tim penyidik yang terdiri dari 60 orang untuk mengusut kasus ini. Nunez menyebut kemungkinan besar pencurian dilakukan oleh tim pencuri berpengalaman yang memiliki kewarganegaraan asing.
Pencuri berhasil kabur setelah alarm berbunyi dan staf melaksanakan protokol keamanan. Namun, mereka berhasil membawa delapan perhiasan antik. Komplotan tersebut diketahui memecahkan etalase di ruangan Galeri Apollon dan mengambil sembilan perhiasan. Salah satu barang yang hilang adalah mahkota Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III, yang jatuh saat pencuri mencoba kabur.
Kementerian Kebudayaan Prancis menyatakan bahwa delapan perhiasan yang dicuri memiliki nilai "tak terkira". Di antaranya adalah diadem Permaisuri Eugenie dan kalung safir yang pernah dipakai oleh ratu terakhir Prancis, Marie-Amelie.
Menteri Hukum Prancis, Gerard Darmanin, menyoroti bagaimana komplotan pencuri bisa memasang tangga elektrik untuk masuk ke galeri museum tanpa intervensi petugas. Ia menyampaikan rasa kecewa atas kegagalan sistem keamanan yang memungkinkan aksi pencurian terjadi.
"Pastinya kami telah gagal, karena ada orang bisa memasang kerekan furnitur (tangga elektrik) di tengah Paris, mengirim orang untuk memanjat selama beberapa menit dan mencuri perhiasan berharga," ujar Darmanin dalam wawancara bersama radio France Inter via France24.
Aksi pencurian ini juga mendapat kritik pedas dari kalangan oposisi Presiden Emmanuel Macron. Politikus ekstrem kanan Prancis, Jordan Bardella, menyebutnya sebagai "aib tak terhankan" bagi bangsa Prancis.
Emmanuel Macron memastikan pihak berwenang akan menangkap para pelaku yang kini masih buron. Ia menyebut pencurian ini sebagai serangan terhadap warisan budaya Prancis. "Kami akan mengembalikan barang yang dicuri dan pelaku akan diadili. Semua langkah yang diperlukan telah dilakukan untuk menyelesaikan ini di bawah kepemimpinan kantor kejaksaan Paris," kata Macron melalui unggahan di media sosial X.