Pendapatan Berbasis Biaya Digital Bank Mandiri Tembus Rp5,48 Triliun

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Pendapatan Berbasis Biaya Digital Bank Mandiri Tembus Rp5,48 Triliun

Transformasi Digital Bank Mandiri Menunjukkan Hasil Signifikan

Pengembangan digital Bank Mandiri terus menunjukkan hasil yang mengesankan. Hingga September 2025, pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari layanan digital bank mencapai Rp5,48 triliun, meningkat sebesar 13,3 persen secara tahunan dibandingkan dengan Rp4,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini didorong oleh penguatan tiga ekosistem digital utama Bank Mandiri, yaitu Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ini:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meningkatnya Kebutuhan Transaksi Nontunai

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa lonjakan pendapatan ini merupakan bukti kuatnya kepercayaan publik terhadap layanan digital Bank Mandiri, yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai.

“Pertumbuhan pendapatan digital ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Mandiri. Melalui Livin’, Kopra, dan Livin’ Merchant, kami tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan pelaku usaha,” ujar Ashidiq dalam keterangan resmi, Jumat (14/11/2025).

Livin’ by Mandiri Terus Perkuat Porsi Digital

Aplikasi Livin’ by Mandiri tetap menjadi motor utama pertumbuhan. Aplikasi ini telah digunakan lebih dari 34,5 juta pengguna, meningkat 26,5 persen YoY.

"Volume transaksi mencapai 4,54 miliar kali, dan nilai transaksi menembus Rp4.257 triliun hingga September 2025," tegasnya.

Kehadiran Livin’ juga mendorong percepatan akuisisi nasabah baru, dengan lebih dari 91 persen pembukaan rekening kini berlangsung secara digital.

Penetrasi Kalangan Pelaku Usaha Meningkat

Di sisi lain, Livin’ Merchant memperluas penetrasi di kalangan pelaku usaha. Saat ini, platform tersebut digunakan oleh sekitar 3 juta merchant, tumbuh 35 persen YoY.

"Fitur pencatatan dan pembayaran yang terintegrasi dinilai meningkatkan efisiensi operasional UMKM," ucapnya.

Untuk segmen korporasi, Kopra by Mandiri mencatat nilai transaksi sebesar Rp25.980 triliun, tumbuh 21,5 persen YoY, dengan volume mencapai 1,45 miliar transaksi. Pertumbuhan ini turut mengerek saldo giro korporasi menjadi Rp564,5 triliun.

Efektivitas Digitalisasi

Efektivitas digitalisasi juga terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri yang mencapai Rp1.487 triliun, naik 12,3 persen YoY. Komposisi dana murah (CASA) tetap dominan pada level 73,1 persen.

Berita Terkait

Bank Mandiri Resmi Buka Livin’ Fest 2025 di Palembang
Ekonom Sebut Buyback Saham Bank Mandiri Demi Stabilitas Pasar Modal
Bank Mandiri Gandeng IKA UII Terbitkan Kartu Debit Co-Brand GPN

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan