
Kinerja Astra Graphia Tampil Solid di Kuartal III-2025
Astra Graphia (ASGR) tercatat memiliki kinerja yang tetap kuat hingga kuartal III-2025. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp181,26 miliar, meningkat 20,39 persen secara tahunan. Pendapatan juga mengalami peningkatan sebesar 10,95 persen menjadi Rp2,26 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Muhammad Wafi, Equity Analyst Korea Investment and Sekuritas Indonesia, menilai pertumbuhan tersebut cukup kuat meskipun kompetisi dalam layanan dokumen dan digital semakin ketat. Ia menyampaikan bahwa pendapatan dan laba tumbuh moderat, didukung oleh stabilnya recurring revenue dari layanan print serta ekspansi solusi digital. Margin perusahaan juga masih terjaga dengan baik.
Menurut Wafi, solusi dokumen dan printing masih menjadi pilar utama bisnis ASGR. Namun, kontribusi dari sektor digital kini semakin meningkat pesat dan mulai menjadi motor pertumbuhan baru. "Solusi IT dan digital services semakin besar porsinya dan menjadi driver baru," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bisnis digital ASGR telah mengalami pertumbuhan dua digit seiring dengan tingginya permintaan akan cloud, keamanan siber, managed IT, serta transformasi digital korporasi. "Di masa depan, porsi bisnis digital akan semakin besar, sehingga menjadi pendorong diversifikasi dari bisnis printing yang sudah matang," jelas Wafi.
Katalis yang Mendukung Prospek Jangka Menengah
Dari sisi katalis, Wafi menilai prospek ASGR di jangka menengah didukung oleh beberapa faktor. Pertama adalah peningkatan belanja IT korporasi, kemudian tender pemerintah, ekspansi solusi digital berbasis AI, cloud, dan keamanan, serta potensi sinergi dengan ekosistem Astra.
Dalam hal valuasi, Wafi menilai saham ASGR masih tergolong murah. "ASGR masih underappreciated, dengan PBV pernah di bawah satu kali dan yield dividen relatif stabil," ungkapnya.
Rencana Ekspansi dan Strategi Bisnis
Rencana ekspansi perusahaan ke layanan berbasis teknologi seperti AI dan cloud dinilai tepat untuk memperkuat reposisi bisnis. "Selama eksekusi dan kemitraan dengan principal global kuat, market share digital bisa naik signifikan," katanya.
Meski secara teknikal harga sahamnya sudah cukup tinggi dan rawan koreksi jangka pendek, ia menilai fundamental ASGR tetap mendukung terjadinya re-rating secara bertahap seiring dengan membesarnya kontribusi digital. Untuk rekomendasi, Wafi memberikan rating beli dengan target harga 1.500.