
Pendapatan Premi IFG Life Meningkat Signifikan
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan pendapatan premi konsolidasi yang meningkat signifikan pada Oktober 2025. Angka ini mencapai Rp 5,67 triliun, naik sebesar 8,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 5,24 triliun. Peningkatan ini menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang semakin stabil dan kuat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, IFG Life sebagai anggota holding BUMN Indonesia Financial Group juga telah membayarkan klaim kepada lebih dari 450.000 peserta sejak berdirinya pada Oktober 2020. Total pembayaran klaim yang telah diberikan mencapai lebih dari Rp 22,6 triliun. Hal ini menjadi indikator bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajibannya terhadap nasabah secara bertanggung jawab.
Kinerja Keuangan yang Menjanjikan
Direktur Keuangan IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyampaikan bahwa kinerja keuangan perusahaan menunjukkan penguatan secara fundamental. "Kami melihat peningkatan premi serta penguatan tingkat solvabilitas perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Ekuitas IFG Life juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dibandingkan tahun sebelumnya, ekuitas perusahaan meningkat sebesar 31,43 persen menjadi Rp 5,04 triliun dari sebelumnya Rp 3,84 triliun. Angka ini berada di atas ambang batas minimum ekuitas industri asuransi jiwa yang ditetapkan oleh Otorita Jasa Keuangan (OJK). Untuk tahun 2026, ambang batas minimumnya adalah Rp 500 miliar, sedangkan untuk 2028 adalah Rp 1 triliun.
Tingkat Solvabilitas yang Kuat
Risk-Based Capital (RBC) IFG Life tercatat sebesar 217,9 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan OJK sebesar 120 persen. "Capaian ini membuktikan ketahanan finansial IFG Life dalam menghadapi dinamika industri," tambah Ryan. Ia menegaskan bahwa kemampuan perusahaan dalam menunaikan kewajiban kepada nasabah terus terjaga dengan baik.
Kinerja Industri Asuransi Nasional
Secara nasional, OJK mencatat total aset asuransi komersial mencapai Rp 958,54 triliun pada September 2025, tumbuh sebesar 3,91 persen secara year on year. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa pendapatan premi asuransi komersial pada Januari-September 2025 mencapai Rp 246,34 triliun, tumbuh 0,38 persen secara year on year.
Dalam rincian tersebut, nilai premi asuransi jiwa pada September 2025 tercatat sebesar Rp 132,85 triliun, namun mengalami kontraksi sebesar 2,06 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai premi asuransi umum dan asuransi lainnya mencapai Rp 113,49 triliun, tumbuh sebesar 3,38 persen year on year.
Pembayaran klaim asuransi komersial pada bulan yang sama tercatat sebesar Rp 159,82 triliun, mengalami kontraksi sebesar 4,93 persen.