
Guru Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa di Sekolah
Di tengah kota Manado, dunia pendidikan kembali mengalami duka. Seorang guru diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang siswa kelas 4 SD dalam kondisi mabuk di lingkungan sekolah. Kejadian ini memicu kemarahan publik dan kini sedang ditangani oleh pihak berwajib.
Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PKS, Nur Amalia, langsung turun tangan setelah menerima laporan dari warga. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta aparat kepolisian untuk memastikan kasus ini diproses secara hukum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya sudah komunikasi dengan Ibu Vina, tante korban yang pertama kali menyampaikan kasus ini di media sosial. Keluarga sudah membuat laporan ke Polresta Manado dan hasil visum juga sudah diserahkan ke pihak berwajib,” ujar Nur Amalia, Senin 10 November 2025.
Menurut Amalia, laporan tersebut kini resmi diproses oleh Polresta Manado. Selain itu, DPRD juga mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas terhadap guru pelaku kekerasan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan rekannya sesama anggota DPRD, Sri Nanda Lamadau, yang merupakan wakil rakyat dari dapil tempat sekolah itu berada. Keduanya langsung menghubungi Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Manado untuk meminta klarifikasi.
“Kepsek menyayangkan keras kejadian ini. Minuman keras di lingkungan sekolah dan kekerasan terhadap siswa tidak bisa ditoleransi,” tegas Amalia.
Dari hasil komunikasi dengan pihak sekolah, diketahui bahwa guru yang bersangkutan tengah diproses oleh Dinas Pendidikan Kota Manado. Sanksi berat tengah disiapkan, mulai dari pemindahan tugas ke dinas, penurunan pangkat, hingga pencabutan kewenangan mengajar di SMPN 5 Manado.
Amalia menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap guru tersebut bukan hanya soal disiplin pegawai, tetapi demi menjaga marwah dunia pendidikan. “Sekolah seharusnya menjadi tempat menanamkan adab dan akhlak. Tidak boleh ada miras dan kekerasan di sekolah. Ini harus jadi pelajaran bagi semua guru agar menjaga keamanan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan hukum kepada pihak berwenang. “Untuk proses hukum, sudah dikawal oleh Ibu Fitri Dara Syamsi bersama keluarga korban. Kami akan terus memantau agar prosesnya berjalan transparan,” tambahnya.
Amalia menegaskan pentingnya pengawasan dan ketegasan agar insiden serupa tidak kembali mencoreng dunia pendidikan di Manado. “Kekerasan di sekolah merusak citra pendidikan dan melukai fisik serta mental anak. Kita semua wajib memastikan hal seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
Langkah-Langkah yang Diambil Oleh Pihak Berwajib
- Laporan Resmi: Keluarga korban telah membuat laporan resmi ke Polresta Manado.
- Proses Hukum: Kasus ini kini resmi diproses oleh polisi.
- Pemanggilan Sekolah: Anggota DPRD memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi.
- Sanksi Berat: Guru pelaku kekerasan sedang diproses oleh Dinas Pendidikan.
- Transparansi Proses: Penanganan hukum dilakukan dengan transparan dan diawasi oleh pihak keluarga korban.
Tanggapan dari Masyarakat
Masyarakat di Manado sangat prihatin dengan kejadian ini. Banyak yang mengecam tindakan guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap siswa. Mereka berharap agar pihak berwajib memberikan sanksi yang tegas dan memberi contoh bagi guru-guru lainnya.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh dunia pendidikan di Manado. Kekerasan dan minuman keras di lingkungan sekolah tidak boleh dibiarkan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan siswa. Dengan langkah-langkah tegas dan transparan, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang lagi.