Peneliti ITB Paling Banyak Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia 2025

admin.aiotrade 24 Sep 2025 2 menit 16x dilihat
Peneliti ITB Paling Banyak Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia 2025
Featured Image

Daftar Ilmuwan Indonesia yang Masuk World’s Top 2% Scientists 2025

Beberapa ilmuwan dari berbagai institusi di Indonesia berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025, yang dirilis oleh Stanford University di Amerika Serikat. Daftar ini mencerminkan kontribusi signifikan para peneliti dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sebanyak 16 ilmuwan terpilih masuk dalam daftar tersebut. Mereka antara lain I Gede Wenten, Ferry Iskandar, Tommy Firman, Brian Yuliarto yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain itu, Grandprix Thomryes Marth Kadja, Agung Wahyu Setiawan, Megawati Zunita, Antonius Indarto, Dwi Hantoko, Suwarno, Rudi Dungani, Heni Rachmawati, Pramudita Satria, Pekik Argo Dahono, Achmad Munir, dan Taufiq Hidayat juga tercantum dalam daftar ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain ITB, Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki 14 ilmuwan yang masuk daftar tersebut. Sementara itu, Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga masing-masing mengirimkan 13 ilmuwan. Di sisi lain, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyumbangkan 11 peneliti yang terpilih, yaitu Setyo Budi Kurniawan, Ratih Pangestuti, Muhammad Reza Cordova, Andri Frediansyah, Leonard F. Wijaya, Angga Hermawan, Widya Fatriasari, Zulvikar Syambani Ulhaq, Rezzy Eko Caraka, Agung Dwi Laksono, dan Aswin Rafif Khairullah.

Kriteria Penilaian dan Pengakuan Internasional

World’s Top 2% Scientists menggunakan indikator yang ketat untuk menentukan keberhasilan para ilmuwan. Kriteria yang digunakan meliputi jumlah publikasi ilmiah, tingkat sitasi, serta dampak jangka panjang dari riset yang dilakukan. Para ilmuwan yang masuk dalam daftar ini diakui telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyampaikan bahwa pengakuan internasional ini menjadi bukti keberhasilan BRIN dalam menciptakan ekosistem riset yang kondusif. Menurutnya, meskipun peringkat bukan tujuan utama dari riset, namun hal ini bisa menjadi indikator bahwa pekerjaan para peneliti berada pada jalur yang benar. “Ini adalah motivasi bagi seluruh sivitas BRIN untuk terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Komitmen BRIN dalam Mendukung Riset Berkualitas

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, BRIN terus mendorong para peneliti untuk menghasilkan riset yang inovatif dan relevan dengan tantangan global. Hal ini bertujuan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia.

BRIN juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan mitra internasional. Tujuannya adalah agar lebih banyak riset dari Indonesia dikenal secara global. Dengan demikian, para peneliti tidak hanya mampu menghasilkan karya inovatif, tetapi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terjun dalam dunia riset.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan