
aiotrade
—Seorang peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, memberikan apresiasi terhadap pembentukan dan pelantikan anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (7/11). Menurutnya, langkah ini menunjukkan kepedulian presiden terhadap aspirasi masyarakat serta para aktivis demokrasi dan hak asasi manusia yang selama ini menginginkan perbaikan institusi kepolisian.
Bawono menyatakan bahwa keputusan ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki kepedulian yang serupa dengan masyarakat luas dan para pegiat demokrasi terhadap pembenahan Polri. Ia menjelaskan bahwa fokus Presiden terhadap isu reformasi Polri juga terlihat dari pelantikan mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, sebagai Penasihat Khusus Keamanan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian beberapa waktu lalu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Langkah tersebut menjadi indikasi bahwa reformasi kepolisian menjadi prioritas serius bagi Presiden. Bawono menambahkan bahwa gagasan reformasi Polri yang diusulkan oleh Gerakan Nurani Bangsa dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo pada Agustus lalu merupakan bagian dari tuntutan pembenahan institusi kepolisian. Terutama berkaitan dengan tindak kekerasan terhadap kelompok sipil yang sempat terjadi beberapa pekan lalu saat aksi demonstrasi.
Menurut Bawono, agenda reformasi akan mencakup pengkajian ulang tugas, wewenang, kedudukan, dan ruang lingkup Kepolisian Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa hal terpenting dari reformasi Polri bukan hanya pada aspek kelembagaan, tetapi juga perubahan paradigma dasar dalam cara pandang aparat terhadap fungsi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Masalah utama dari kekerasan aparat kepolisian terletak pada level paradigma atau kerangka berpikir mendasar. Inilah sasaran utama dari agenda besar reformasi Polri melalui pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.
Berikut adalah daftar nama-nama yang tergabung dalam Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian:
- Jimly Asshidiqie sebagai Ketua Merangkap Anggota
- Ahmad Dofiri
- Mahfud MD
- Yusril Ihza Mahendra
- Supratman Andi Agtas
- Otto Hasibuan
- Listyo Sigit Prabowo
- Tito Karnavian
- Idham Aziz
- Badrodin Haiti
Komisi ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk merancang dan mendorong reformasi yang lebih transparan, akuntabel, serta sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan adanya komisi ini, diharapkan terjadi perbaikan signifikan dalam kinerja Polri, baik secara struktural maupun kultural, sehingga mampu memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan kepolisian yang profesional dan beretika.