Penembak Brown University Menghilang 4 Hari, FBI Selidiki 200 Informasi

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Penembak Brown University Menghilang 4 Hari, FBI Selidiki 200 Informasi

Penembakan di Brown University Masih Mencari Pelaku

Pada hari keempat pencarian pelaku penembakan di Brown University, kota Providence, Rhode Island, Amerika Serikat (AS), pelaku masih buron. FBI kini sedang menyelidiki sekitar 200 laporan informasi yang mereka terima untuk menemukan orang yang terlibat dalam insiden tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Insiden penembakan terjadi pada Sabtu (13/12/2025) ketika seorang pria bersenjata memasuki gedung tempat ujian berlangsung. Ia menembaki para mahasiswa sebelum melarikan diri. Dua orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat peristiwa ini.

Dalam unggahan media sosial, FBI membagikan foto tim Laboratorium dan Evidence Response Team (ERT) yang sedang melakukan pencarian di area tertutup salju di luar kampus elite tersebut. Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka masih mencari petunjuk penting untuk mengidentifikasi pelaku.

Informasi Terbaru dari Kepolisian

Pada konferensi pers Selasa (16/12/2025) sore, Kepala Kepolisian Providence, Kolonel Oscar Perez, merilis kronologi video terbaru. Video tersebut menunjukkan seseorang diduga pelaku berjalan di kawasan perumahan kota. Perez meminta masyarakat untuk memperhatikan gerakan tubuh dan postur tubuh yang mungkin bisa membantu mengidentifikasi individu tersebut.

Selain itu, Perez juga mengimbau warga yang memiliki CCTV di rumah atau kendaraan untuk menyerahkan rekaman kepada polisi. Menurutnya, penyelidik telah menerima sekitar 200 laporan yang dapat ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pihak berwenang sempat menahan seorang pria yang diduga terlibat, tetapi kemudian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. FBI menawarkan imbalan sebesar 50.000 dollar AS (Rp 833 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku.

Deskripsi Fisik Pelaku

Pelaku digambarkan bertinggi sekitar 5 kaki 8 inci (sekitar 173 cm) dengan perawakan kekar. Pihak Brown University juga meminta mahasiswa yang mungkin berada di sekitar lokasi kejadian pada hari penembakan untuk menjadwalkan wawancara dengan polisi. "Bahkan detail kecil pun dapat membantu penyelidikan," kata pihak universitas.

Korban Penembakan Brown University

Penembakan ini menewaskan dua mahasiswa Brown University, yakni Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov. Ella Cook merupakan Wakil Presiden Asosiasi Partai Republik Brown dan berasal dari Mountain Brook, Alabama. Ia disebut sebagai sosok yang bersemangat dan haus ilmu, dengan minat pada studi Perancis dan Frankofon.

Sementara itu, Mukhammad Aziz Umurzokov adalah mahasiswa asal Uzbekistan yang bercita-cita menjadi ahli bedah saraf. “Mukhammad dikenal sebagai sosok yang gigih, teliti, dan disiplin, terutama dalam mengejar ambisinya untuk memberikan dampak positif di dunia sebagai profesi dokter bedah saraf,” kata Presiden Universitas Brown, Christina H Paxson.

Konteks Kejadian di Amerika Serikat

Insiden ini menjadi salah satu dari ratusan kasus penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang 2025. Menurut data dari Gun Violence Archive, lebih dari 300 penembakan massal terjadi sepanjang 2025. Definisi penembakan massal adalah insiden yang melibatkan empat korban atau lebih.

Di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata, upaya legislasi untuk membatasi kepemilikan senjata api di AS masih menghadapi kebuntuan politik. Presiden AS Donald Trump sempat menyinggung penembakan di kampus Brown saat menghadiri acara Natal di Gedung Putih, Minggu (14/12/2025). “Hal-hal seperti ini bisa terjadi,” ujarnya singkat, sambil menyampaikan doa agar para korban luka segera pulih.

Brown University memiliki sekitar 11.000 mahasiswa. Penembakan terjadi saat dua jadwal ujian tengah semester berlangsung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan