
Penerbangan Internasional Perdana Bandara Syamsudin Noor Dimulai
Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, resmi membuka penerbangan internasional perdana pada Senin (20/10). Rute yang dioperasikan adalah Banjarmasin-Kuala Lumpur, dengan pesawat maskapai AirAsia yang langsung terbang ke Bandara Kuala Lumpur pada pukul 10.15 Wita. Pesawat ini membawa sekitar 180 penumpang dan dijadwalkan tiba di Malaysia pada pukul 13.05 waktu setempat.
Sebelumnya, pesawat yang sama juga membawa 79 penumpang dari Kuala Lumpur ke Bandara Syamsudin Noor, yang mendarat pada pukul 09.30 Wita. Kedatangan pesawat tersebut disambut dengan semburan air dari dua mobil pemadam kebakaran, sebuah tradisi yang biasa dilakukan dalam perayaan penerbangan perdana.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penumpang yang turun dari pesawat disambut dengan tarian Japin Sigam, yaitu tarian penyambutan khas Banjar dari Kabupaten Kotabaru. Tarian ini menjadi simbol kehangatan dan keramahtamahan masyarakat setempat kepada para tamu.
Director Global Policy & Government Relation AirAsia Malaysia, Zamani Rafique, menyampaikan bahwa penerbangan perdana Banjarmasin-Kuala Lumpur mendapat respons positif. Ia mengatakan bahwa penerbangan kali ini sangat diminati dan penuh penumpang.
“Saya sangat bangga dapat melaporkan bahwa flight-nya penuh,” katanya. Menurut Zamani, penerbangan ini tidak hanya menjalin hubungan antar dua negara, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata, perdagangan, dan budaya.
Wisatawan dari Kalimantan Selatan kini dapat menikmati perjalanan lanjutan dari Malaysia dengan lebih mudah dan harga yang terjangkau. Bahkan, penerbangan ini akan mempermudah akses ke berbagai destinasi lain seperti Jeddah, Madinah, Toshkent, dan segera ke Istambul.
“Bukan hanya ke Malaysia, tetapi ke seluruh destinasi termasuk Jeddah, Madinah, Toshkent dan tidak lama lagi Istambul. Ke Jeddah dan Madinah melalui Kuala Lumpur kini semakin mudah,” ujarnya.
Peran Bandara Syamsudin Noor dalam Penerbangan Internasional
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Milyas, menyebut pembukaan rute Banjarmasin-Kuala Lumpur sebagai momen sejarah bagi Kalimantan Selatan. Ia menilai bahwa rute ini secara langsung menghubungkan Banua (sebutan untuk Banjarmasin) dengan dunia.
Rute penerbangan ini akan dioperasikan empat kali seminggu, yaitu pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Hal ini menunjukkan komitmen maskapai dan pihak bandara dalam memberikan layanan yang memadai bagi penumpang.
Salah satu penumpang perdana, Yohanes, mengaku gembira bisa ikut dalam penerbangan ini bersama keluarganya. Ia telah memesan tiket AirAsia sebulan lalu dan merasa senang karena harga tiket relatif murah saat musim low season.
“Setelah mendengar ada penerbangan baru ini, kami langsung mencari informasi dan membeli tiket. Kami berharap semakin banyak opsi penerbangan ke negara lain seperti Singapura,” ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Kehadiran penerbangan internasional di Bandara Syamsudin Noor juga disambut positif oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Ia berharap lebih banyak wisatawan luar negeri berkunjung ke Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru.
Wali Kota menyebut akan memanfaatkan penerbangan ini untuk memperkenalkan produk-produk UMKM yang ada di Ibu Kota Kalimantan Selatan. “Hari ini juga kami berupaya memperkenalkan produk Banjarbaru kepada penumpang dari Kuala Lumpur,” ujarnya.
Penerbangan perdana ke Kuala Lumpur dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin, mewakili Gubernur Muhidin. Ia menyampaikan bahwa penerbangan perdana hari ini penuh penumpang, bahkan sudah ada sekitar 3.500 orang yang antre untuk penerbangan berikutnya.
Syarifuddin menambahkan bahwa jumlah warga asal Kalimantan Selatan di Malaysia diperkirakan mencapai dua juta orang. Ini menjadi potensi besar untuk memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antara dua daerah.
Persiapan Pariwisata untuk Menyambut Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung keberlanjutan penerbangan internasional tersebut. Dinas Pariwisata sedang melakukan pembenahan enam destinasi prioritas, seperti:
- Wisata religi Guru Sekumpul dan Datu Kalampayan di Kabupaten Banjar.
- Wisata alam dan budaya Pasar Terapung Lok Baintan di Sungai Martapura.
- Wisata alam dan buatan bawah Jembatan Barito di Kabupaten Barito Kuala.
- Wisata alam Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
- Kawasan Geopark Meratus dan wisata pesisir.
- Kawasan Kiram Park dan Tahura Sultan Adam di Kabupaten Banjar.
Dengan adanya penerbangan internasional ini, diharapkan kunjungan wisatawan, termasuk dari mancanegara, semakin meningkat. Pemprov Kalsel akan memperhatikan kemudahan akses transportasi agar wisatawan dapat menjangkau berbagai destinasi di Kalimantan Selatan.