
PT Bali Towerindo Sentra Tbk akan melakukan pencatatan sukuk ijarah berkelanjutan tahap III tahun 2025 pada Senin (8/12/2025). Informasi ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/12/2025).
Emiten dengan kode saham BALI ini akan menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap III senilai Rp 1,35 triliun. Sukuk ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan yang telah mendapatkan izin efektif sejak 9 Desember 2022 dengan target total sebesar Rp 2 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penawaran sukuk ijarah ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A dan Seri B. Seri A akan memiliki nilai pokok sebesar Rp 414,85 miliar dengan imbal hasil sebesar Rp 26,97 miliar atau setara dengan 6,5% per tahun. Tenor untuk sukuk Seri A adalah 370 hari.
Sementara itu, Seri B akan dirilis dengan nilai pokok sebesar Rp 939,15 miliar. Imbal hasil yang ditawarkan untuk Seri B mencapai Rp 68,09 miliar atau setara dengan 7,25% per tahun, dengan tenor selama 3 tahun.
Sukuk ijarah ini mendapatkan rating idA dari Pefindo, yang menunjukkan tingkat kelayakan keuangan yang baik. Penjamin pelaksana emisi sukuk ijarah ini adalah Mandiri Sekuritas dan Sucor Sekuritas.
Dana hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk beberapa tujuan utama. Pertama, sebesar Rp 196 miliar akan digunakan untuk membayar kewajiban BALI kepada anak usahanya, PT Paramitra Intimega. Selanjutnya, sebesar Rp 109,67 miliar akan digunakan untuk melunasi utang kepada Bank Victoria International.
Selain itu, sebesar Rp 600 miliar akan digunakan untuk melunasi seluruh utang pokok kepada PT Indonesia Infrastructure Finance. Sisanya, yaitu sebesar Rp 440,84 miliar, akan digunakan untuk melunasi utang kepada Bank Mandiri.
Penggunaan dana ini menunjukkan bahwa BALI sedang memperkuat struktur keuangannya melalui pengelolaan utang yang lebih terarah. Dengan adanya penawaran sukuk ijarah ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas keuangan dan memastikan kelancaran operasional serta pengembangan bisnis di masa depan.
Tahapan penawaran ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan perusahaan dan tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan. Dengan dukungan dari lembaga pemeringkat dan penjamin emisi yang terpercaya, penawaran sukuk ijarah ini diharapkan dapat menarik minat investor dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.