
KUALA LUMPUR, aiotrade.app–
Tunku Mahkota Johor (TMJ) Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT), mengklaim bahwa laporan yang memicu penyelidikan FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia berasal dari seseorang di Vietnam, bukan dari Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF).
“Seseorang dari Vietnam, tapi bukan dari federasi sepak bolanya. Jadi kami tidak tahu siapa orang itu. Bukan sekretaris jenderal VFF, bukan juga presidennya. Itu yang saya dengar,” ujar TMJ dalam sebuah konferensi pers.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menyampaikan keheranannya terhadap langkah FIFA yang menindaklanjuti laporan dari sumber yang tidak jelas.
“Terus terang, saya merasa lucu. Saya yakin ada banyak keluhan lain yang masuk ke FIFA dari berbagai pihak. Tapi untuk FIFA sampai menindaklanjuti aduan seperti ini, saya merasa aneh,” katanya.
Sebelumnya, muncul dugaan bahwa aduan ke FIFA diajukan oleh pihak dari Vietnam. Namun, TMJ menyebut informasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan VFF tidak pernah mengajukan laporan apa pun soal pemain naturalisasi Malaysia.
Bantah tuduhan pemalsuan dokumen
TMJ juga menepis tuduhan adanya pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi para pemain tim nasional. Ia memastikan bahwa semua dokumen tersebut telah diverifikasi dan disahkan oleh pemerintah Malaysia.
“Saya percaya ini hanya masalah teknis — mungkin ada kesalahan dalam proses pengajuan. Jika pemerintah sudah menyatakan dokumen itu asli, saya sebagai warga Malaysia tidak akan meragukan integritas maupun kedaulatan negara saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses naturalisasi dilakukan secara transparan dan sah.
“Semua proses naturalisasi dilakukan secara sah dan terbuka. Jika memang ada kesalahan, itu hanya bersifat teknis atau administratif, bukan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Penolakan atas anggapan kegagalan proyek pengembangan tim nasional
TMJ juga menolak anggapan bahwa proyek pengembangan tim nasional yang ia gagas merupakan kegagalan. Menurutnya, perubahan struktur dan peningkatan performa tim sudah menunjukkan hasil positif.
“Perubahan struktur dan peningkatan performa tim terlihat jelas dari aspek teknis dan taktik, semangat para pemain, serta manajemen latihan yang kini jauh lebih teratur dan profesional. Itu juga yang membantu Malaysia naik ke peringkat 130 dunia,” jelasnya.
FIFA jatuhkan sanksi
Bulan lalu, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi — Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel — setelah dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.
FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7 miliar), sementara masing-masing pemain harus membayar 2.000 franc Swiss (sekitar Rp 41 juta) dan dilarang mengikuti aktivitas sepak bola selama 12 bulan sejak tanggal keputusan diberlakukan.
Meski TMJ memperkirakan FIFA tidak akan sepenuhnya membatalkan sanksi itu, ia yakin akan ada pengurangan sanksi.
“Saya rasa mereka tetap akan mendenda FAM. Mungkin juga tim nasional akan dikenai pengurangan poin atau larangan bermain bagi para pemain. Soal berapa lama larangan itu berlaku, kita belum tahu,” kata TMJ.
Ia menambahkan, Malaysia siap menempuh langkah hukum bila diperlukan.
“Apa pun keputusan yang keluar nanti, kami akan mengikuti prosesnya, termasuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) jika perlu,” ungkapnya.
Seruan untuk tetap dukung Harimau Malaya
TMJ menegaskan bahwa polemik ini tidak seharusnya dijadikan alat untuk menjatuhkan sepak bola Malaysia, yang tengah berkembang di tingkat regional. Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Yang terpenting sekarang adalah menjaga semangat dan fokus mendukung Harimau Malaya. Jangan biarkan isu yang belum pasti ini memecah persatuan kita,” pesannya.
Ia menambahkan, FAM akan bekerja sama dengan AFC dan FIFA untuk menyelesaikan kemungkinan kesalahan administratif yang muncul dalam laporan tersebut.