
Penangkapan Enam Remaja Gangster yang Viral di Medsos
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap enam remaja di bawah umur yang tergabung dalam kelompok gangster bernama "Geng Gaman Mbois Surabayans". Keenam remaja ini ditangkap karena viral setelah melakukan aksi penyerangan dan perampasan motor di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya. Aksi mereka menggunakan senjata tajam berupa celurit dan menyerang warga yang sedang nongkrong.
Latar Belakang Aksi Gangster
Aksi tersebut terjadi pada Sabtu (13/12/2025) malam. Para pelaku berkonvoi dengan membawa celurit, lalu menyerang pemuda yang sedang nongkrong di depan gang permukiman. Setelah menyerang, mereka merampas satu motor yang ditinggal korban. Motor tersebut kemudian dijual kepada penadah berinisial AD seharga kisaran Rp700 ribu. Saat ini, AD sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang diburu oleh petugas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menyelidiki kasus ini setelah video CCTV kejadian itu viral di media sosial. Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta rekaman CCTV, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi para pelaku.
Identitas Pelaku
Keenam tersangka merupakan warga Surabaya. Diantara mereka, tiga orang berusia 16 tahun, dua orang berusia 17 tahun, dan satu orang berusia 15 tahun. Mereka mengaku sebagai anggota kelompok gangster remaja yang memiliki julukan "Geng Gaman Mbois Surabayans".
Menurut pengakuan para tersangka, aksi mereka dilakukan untuk keperluan konten media sosial. Mereka sengaja membawa senjata tajam jenis celurit seraya berkonvoi mengendarai motor berkeliling ruas jalan kawasan Surabaya Utara. Setibanya di kawasan Jalan Kyai Tambak Deres, mereka melihat beberapa pemuda yang sedang nongkrong di depan Jalan Bulak Kali Tinjang Baru. Menganggap para pemuda tersebut sebagai lawan sepadan, rombongan konvoi memutuskan berhenti dan memutar balik.
Rombongan tersebut lalu mengejar para pemuda yang sedang nongkrong dan menyerang menggunakan celurit. Pemuda-pemuda tersebut kabur masuk ke dalam gang, sehingga meninggalkan salah satu motor tanpa pengawasan. Akhirnya, motor tersebut dirampas oleh para tersangka.
Pengakuan Tersangka Mengenai Narkoba
Selain melakukan aksi kekerasan, para tersangka juga mengaku memiliki kebiasaan mengonsumsi sabu-sabu. Berdasarkan pengamatan TribunJatim.com, lima dari enam tersangka mengaku mengonsumsi narkotika jenis sabu. Mereka mencuri atau merampas motor agar bisa dijual dan uangnya digunakan untuk membeli narkoba.
Saat diinterogasi oleh AKBP Wahyu Hidayat, salah satu tersangka menjawab bahwa uang hasil penjualan motor digunakan untuk membeli narkoba. Hal ini juga dikonfirmasi oleh beberapa tersangka lainnya. Satu tersangka yang duduk di posisi paling ujung tidak mengakui kebiasaannya mengonsumsi narkoba.
Video Aksi Gangster Viral di Media Sosial
Sebelum penangkapan, video aksi gangster ini sempat viral di media sosial. Video CCTV merekam momen belasan remaja bersenjata celurit menyerang warga di kawasan Jalan Kyai Tambak Deres, Bulak, Surabaya, pada Sabtu (13/12/2025) malam. Awalnya, konvoi bermotor tersebut melintasi ruas jalan yang lebar dan sepi, lalu berbalik arah menuju gerbang gang permukiman.
Mereka tampak mengacung-acungkan dan mengayunkan senjata tajam jenis celurit saat menuju ke gang tersebut. Mereka berlarian mengejar orang-orang di gang tersebut, lalu kembali berlarian keluar gang dan melanjutkan perjalanan. Unggahan dari akun Instagram @lovesuroboyo telah ditonton lebih dari 237 ribu kali dan mendapatkan 860 komentar.
Pengembangan Kasus
Meski enam tersangka sudah ditangkap, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk menangkap AD, penadah motor hasil rampasan. AKBP Wahyu Hidayat mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan AD.