Pengakuan Bilqis Saat Diculik di Tengah Suku Anak Dalam

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Pengakuan Bilqis Saat Diculik di Tengah Suku Anak Dalam

Pengakuan Bilqis Saat Diculik di Kawasan Suku Anak Dalam

Bilqis, bocah berusia 4 tahun asal Makassar, akhirnya berhasil ditemukan setelah mengalami penculikan yang mengejutkan. Setelah beberapa hari menginap di kawasan Suku Anak Dalam di Jambi, ia mulai bercerita tentang pengalamannya selama masa penculikan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kisah penculikan Bilqis menjadi perhatian masyarakat luas. Ia diculik saat sedang bermain di Taman Pakui Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Setelah melalui proses pencarian yang dramatis, polisi akhirnya berhasil menemukannya di daerah terpencil di kawasan Suku Anak Dalam, SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, pada Sabtu (8/11/2025).

Setelah kembali bersama orangtuanya, Bilqis mulai menceritakan pengalamannya selama berada di kawasan Suku Anak Dalam. Pengakuan ini diungkap oleh ayahnya, Dwi Nurmas (34), yang mengatakan bahwa di sana, Bilqis melihat banyak anak seumurannya dan juga anjing. Selain itu, ia tidur bersama bapak-bapak di sana.

“Dia bilang ada anjing, ada bayi-bayi seumurannya. Saya tanya, tidur di mana nak? Dia bilang, sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak-bapak itu saya begitu,” kata Dwi.

Selain itu, Bilqis juga mengaku makan mi di tempat itu. “Makan apa di sana? Dia bilang makan mi,” tambah Dwi.

Perubahan Perilaku Bilqis

Setelah sepekan diculik, Bilqis mengalami perubahan perilaku. Menurut Dwi, sebelum penculikan, Bilqis merupakan anak yang sangat aktif. Namun sekarang, ia cenderung lebih agresif dibanding sebelumnya.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif, berbeda dengan kemarin-kemarin,” jelas Dwi.

Meski begitu, Dwi menyebut bahwa Bilqis tetap mudah akrab dengan orang lain. Hanya saja, kini ia lebih agresif jika menginginkan sesuatu. Misalnya, ketika meminta mainan.

Pemulihan Trauma

Setelah kejadian tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar melakukan kunjungan ke rumah Bilqis untuk memberikan pendampingan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pemulihan trauma dan psikologis korban.

Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan asesmen dan konseling tahap awal untuk mendalami kondisi psikologis Bilqis. Meski demikian, hasilnya belum bisa dijadikan acuan karena masih ada beberapa tahap berikutnya yang harus dijalani.

“Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak, kita tidak bisa paksakan, ada tahap-tahap selanjutnya,” ujar Ita.

Kronologi Penculikan

Penculikan Bilqis dimulai saat ia sedang bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Ayahnya, Dwi, sedang melatih tenis di lapangan sembari sesekali memanggil anaknya yang bermain di sekitar lokasi. Pada pukul 10.00 WITA, sang anak sudah tidak ada di sana.

“Iya sedang melatih di lapangan tenis, anak saya main di pinggir lapangan. Setelah izin mau main di sebelah, saya panggil lagi sudah tidak ada,” kata Dwi.

Dwi kemudian mencari keberadaan anaknya, tetapi tidak menemukan hasil. Akhirnya, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panakkukang pada Senin (3/11/2025), sehari setelah penculikan.

Dari rekaman CCTV, terlihat bahwa Bilqis digandeng oleh seorang wanita dan dua orang bocah. Wanita tersebut akhirnya ditangkap oleh polisi di Makassar. Dari pengakuan penculik pertama, Bilqis telah dijual kepada pelaku lainnya di Yogyakarta. Pelaku kedua kemudian ditangkap di Yogyakarta.

Setelah itu, Bilqis berpindah tangan lagi. Dari Yogyakarta, ia dijual kepada pasangan bernama Ade Friyanto Syaputera dan Mery Ana di Jambi. Tim Satreskrim Polrestabes Makassar lalu berkoordinasi dengan Polda Jambi untuk mencari tahu keberadaan Bilqis dan pelaku terakhir di Jambi.

Akhirnya, Mery dan Ade berhasil ditangkap di sebuah penginapan di Kota Sungai Penuh, Jambi, pada Jumat (7/11/2025). Namun Bilqis belum juga ditemukan. Dari pengakuan Mery dan Ade, diketahui bahwa mereka telah menjual bocah malang tersebut kepada salah satu warga di Merangin, Jambi, seharga Rp 80 juta.

Polisi kemudian mendatangi lokasi Bilqis berada, yakni di kawasan Suku Anak Dalam. Mereka melakukan pendekatan kepada tokoh adat agar Bilqis dapat dikembalikan. Upaya polisi akhirnya membuahkan hasil, mereka berhasil menjemput Bilqis dan memulangkannya kembali kepada orangtuanya di Makassar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan