
Kasus Penganiayaan Bocah 6 Tahun di Bogor: Ekshumasi Mengungkap Fakta Mengerikan
Pada hari Kamis (23/10/2025), dilakukan ekshumasi terhadap jenazah bocah laki-laki berinisial MAA (6) di Pemakaman Kalang Anyar, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ekshumasi ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban yang diduga akibat penganiayaan.
MAA ditemukan tewas di rumahnya di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin (20/10/2025). Polres Metro Depok telah menetapkan ibu tiri korban, RN, sebagai tersangka dalam kasus ini dan menangkapnya. Ayah korban, RA, juga diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penganiayaan Selama Tiga Hari Berturut-Turut
Dari hasil pemeriksaan, RN mengaku menyiksa MAA selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (17/10/2025). Motif penganiayaan tersebut disebutkan karena korban tidak mau makan dan sering meminta uang jajan. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, menjelaskan bahwa korban dipukul selama beberapa hari hingga mengalami banyak luka di tubuh.
"Puncaknya tiga hari belakangan ini, secara intensif penganiayaan tersebut secara masif dilakukan oleh pelaku terhadap korban sehingga mengakibatkan berapa luka di tubuh yang cukup banyak, mengakibatkan korban pada hari keempat mengalami pingsan dan meninggal dunia," kata Kompol Made Gede Oka Utama.
Hasil Ekshumasi Menunjukkan Luka Parah di Kepala
Hasil ekshumasi menunjukkan bahwa korban tewas akibat pendarahan di bagian kepala. "Aliran darah tidak lancar dan bagian kepala atau otak mengalami pembekakan," tambahnya. Ditemukan juga luka di punggung serta wajah korban. "Yang menyebabkan korban meninggal adalah luka di bagian kepala dan kami yakin itu akibat kekerasan benda tumpul," tegasnya.
Tetangga Mengungkap Kejanggalan
Tetangga korban, Eris, mengaku melihat tulang punggung korban bengkok dan banyak luka bekas sundutan rokok. “Memang banyak lebam juga, banyak saksinya warung tetangga yang di depan itu ada videonya,” ucapnya. Selama tiga bulan mengontrak rumah di Perumahan Griya Citayam Permai, RN jarang berinteraksi dengan warga. “Pintu selalu tertutup, gak pernah ada ngobrol gitu sama tetangga,” sambungnya.
Warga lain, Isah, pernah melihat wajah korban penuh lebam. RN sempat berbohong dengan menyatakan MAA berkelahi dengan saudaranya. “Pernah nanya ke orang tuanya, tapi orang tuanya cuma bilang abis duel sama saudaranya, dia kan punya saudara tuh cewek kakak tiri,” ungkapnya.
Korban Tidak Pernah Bercerita
Selain itu, korban tak pernah bercerita mengalami penganiayaan ke tetangga maupun saudara. Isah tidak mengetahui apakah penganiayaan hanya dialami MAA atau saudaranya juga disiksa. “Enggak tahu juga ya, soalnya kalo anak kecil ditanya agak susah ya, enggak tau namanya di dalam rumah kan enggak tau bisa jadi ikut-ikutan juga saya enggak tahu,” imbuhnya.
Ia meminta penyidik mendalami kasus penganiayaan yang menewaskan bocah laki-laki berusia enam tahun.