Pengakuan Menyedihkan Bilqis Saat Diculik, Diberi Makan Mie dan Banyak Bayi Seumuran di Tempat Pencu

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 16x dilihat
Pengakuan Menyedihkan Bilqis Saat Diculik, Diberi Makan Mie dan Banyak Bayi Seumuran di Tempat Pencu

Pengakuan Bilqis Ramdhani Saat Diculik

Bilqis Ramdhani (4), bocah malang asal Makassar, kini menjadi sorotan setelah mengungkap pengalamannya selama diculik. Kasus ini mengejutkan masyarakat karena korban masih sangat muda.

Bilqis dinyatakan hilang saat bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (2/11/2025). Setelah penyelidikan panjang oleh polisi, bocah tersebut akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sehat oleh tim gabungan di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ayah Bilqis, Dwi Nurmas (34), mengatakan bahwa putrinya mulai membuka diri dan bercerita tentang kehidupan di lingkungan SAD—tempat dirinya ditemukan oleh tim gabungan kepolisian setelah dinyatakan hilang selama hampir sepekan.

“Dia menyebut ada anjing, ada bayi-bayi seumurannya. Saya tanya, tidur di mana nak? Dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak-bapak itu saya begitu. Makan apa di sana? Dia bilang makan mi,” beber Dwi, saat ditemui di rumahnya di kawasan Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (11/11/2025) malam.

Perubahan Perilaku Bilqis

Dwi mengaku bersyukur kondisi putrinya kini sudah jauh lebih baik. Namun, ia juga melihat adanya perubahan perilaku Bilqis setelah peristiwa penculikan itu.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif berbeda dengan kemarin-kemarin,” kata Dwi.

Sebelum kejadian, menurut Dwi, Bilqis memang dikenal hiperaktif dan mudah akrab dengan orang lain. Namun kini, sikapnya tampak sedikit berbeda.

“Perubahannya hanya itu lebih agresif. Seperti kalau ada yang dia inginkan lebih agresif daripada sebelumnya. Misalnya itu kalau minta mainan,” ujar Dwi.

Trauma Healing

Kunjungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar ke rumah Bilqis dilakukan sebagai bagian dari pendampingan psikologis dan trauma healing.

Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan asesmen dan konseling tahap awal untuk memastikan Bilqis tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Penanganan trauma healing lebih kepada pendekatan ke anak, jangan sampai ada trauma. Ini tahap pertama, kita tadi asesmen, kemudian kami konseling juga,” ungkap Ita.

Namun, Ita menambahkan bahwa hasil asesmen tahap pertama belum bisa menjadi acuan penuh mengenai kondisi psikologis Bilqis.

“Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya,” bebernya.

Penemuan Bilqis di Jambi

Bilqis Ramdhani dinyatakan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Setelah penyelidikan intensif, tim gabungan akhirnya menemukan Bilqis dalam keadaan sehat di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, wilayah yang dihuni oleh komunitas Suku Anak Dalam (SAD), pada Sabtu (8/11/2025) malam.

Hasil penyidikan mengungkap, Bilqis dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi.

Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus penculikan dan perdagangan anak tersebut, yaitu:

  • Sri Yuliana alias SY (30) – warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
  • Nadia Hutri alias NH (29) – warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Meriana alias MA (42) – warga Kabupaten Merangin, Jambi.
  • Adit Prayitno Saputra alias AS (36) – pasangan kekasih Meriana, warga Kabupaten Merangin, Jambi.

Bocah Bilqis Dijual Tiga Kali

Bilqis yang dinyatakan hilang saat bermain di kawasan Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Minggu (2/11/2025) dipastikan sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dari pengakuan para tersangka yang bekerja sama menculik bocah asal Makassar ini, mereka sudah tiga kali menjual bocah perempuan yang baru berusia empat tahun itu. Terakhir, bocah Bilqis nyaris dijual ke seorang warga Suku Anak Dalam dengan mahar Rp 80 juta.

Semua transaksi dilakukan melalui media sosial Facebook.

AKBP Devi Sujana mengatakan, hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa Bilqis telah dijual sebanyak tiga kali dengan harga berbeda.

Pertama, yakni dijual oleh wanita bernama Sri Yuliana alias SY (30) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan harga kesepakatan Rp 3 juta kepada wanita Nadia Hutri alias NH (29).

Setelah itu, Bilqis pun dibawa ke wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah. Di sana NH kemudian menjual Bilqis kembali kepada pasangan kekasih berinisial Meriana alias MA (42) dan Adit Prayitno Saputra alias AS (36) di Kabupaten Merangin, Jambi. Mereka mengaku mendapatkan untung sebesar Rp 15 juta.

Sementara pengakuan MA dan AS, Bilqis kembali diserahkan ke Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Jambi, dengan harga sebesar Rp 80 juta.

"Yang bisa kita telusuri saat ini, untuk tersangka yang diamankan di Sukoharjo ini dia sudah transaksi dengan MA dan AS yang di Jambi tiga kali. Sementara yang MA dan AS ini sudah melakukan transaksi sebanyak sembilan kali," ucap Devi.

Devi mengungkap, MA dan AS memang kerap berhubungan dengan orang-orang di SAD. Alasannya, para korban hendak diadopsi.

"Mereka sering berhubungan tapi juga sering berhubungan dengan orang lain. Yang di Jambi juga dia menyerahkan anak itu. Sementara yang ini untuk diadopsi. Dugaan lainnya masih kita dalami kalau misalkan ada transaksi lainnya," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan