Pengakuan Niko Al Hakim Soal Jual Rumah dan Lalai Beri Nafkah

Pengakuan Niko Al Hakim Soal Jual Rumah dan Lalai Beri Nafkah

Klarifikasi Panjang Niko Al Hakim Mengenai Penjualan Rumah Anak-anak

Niko Al Hakim, yang dikenal dengan nama panggung Okin, akhirnya angkat bicara terkait tudingan penjualan rumah tanpa izin yang dilontarkan mantan istrinya, Rachel Vennya. Polemik ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 2 April 2026. Rumah yang menjadi sumber persoalan disebut sebagai bagian dari tanggung jawab nafkah bagi kedua anak mereka setelah resmi bercerai pada 16 Februari 2021.

Isu tersebut kemudian berkembang luas dan memicu beragam reaksi dari publik di media sosial. Menanggapi hal itu, Okin menilai terdapat kesalahpahaman dalam narasi yang beredar. Ia pun memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @okinpth, untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Dalam pernyataannya, Okin memulai dengan menjelaskan latar belakang emosional terkait rumah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rumah itu dibeli sebelum kelahiran anak pertama mereka dengan harapan menjadi tempat tumbuh kembang keluarga kecilnya. Okin juga menegaskan bahwa saat itu tidak pernah terlintas kemungkinan terjadinya perpisahan.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai upaya memberikan sudut pandang lain atas polemik yang tengah menjadi perhatian publik.

Proses Panjang Setelah Perceraian

Okin kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mutah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.

Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut. Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini, lanjutnya.

Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya. 2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue. Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.

2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.

Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank. Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama, jelas Okin.

Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026. Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut, terangnya.

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.

Pengakuan Rachel Vennya

Sebelumnya, Rachel meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin. Pun Rachel juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. "Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut'ah. Tapi ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi," jelas Rachel.

Rachel pun setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. "Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek." Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih.

Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut. Tentunya kejadian itu menyulut murka sang selebgram 30 tahun tersebut, Okin dinilai telah melanggar perjanjian saat cerai dulu. "Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana."

Kini Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak. "Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare," tukasnya.