Warga Empat Dukuh di Brebes Terisolasi Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Keruh
Selama empat hari, warga yang tinggal di empat pedukuhan di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, mengalami isolasi. Isolasi ini terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Keruh pada malam Sabtu, 8 November 2025. Peristiwa ini menyebabkan jalan utama Desa Adisana berubah menjadi sungai, dengan air yang meluap dan menggenangi ruas jalan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hingga Rabu, 12 November 2025 pagi ini, jalan masih tergenang dengan arus yang deras. Kondisi ini memutus akses transportasi warga di Dukuh Kweni, Sidamukti, Baruamba, dan Baru Untung. Akibatnya, warga tidak bisa keluar rumah untuk keperluan sehari-hari.
Mujib, salah seorang warga setempat, mengaku kehidupan sehari-hari terganggu total. Ia dan ratusan warga lainnya tidak berani menembus genangan karena khawatir terseret arus. "Kami tidak bisa keluar karena takut terseret arus," ungkap Mujib.
Aktivitas ekonomi warga juga terganggu. Warga tidak bisa ke kantor desa, pasar, maupun pusat Kecamatan Bumiayu untuk urusan administrasi dan mencari nafkah.
Penyebab Banjir dan Upaya Penanganan Darurat
Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani menjelaskan bahwa banjir bermula dari jebolnya tanggul Sungai Keruh di wilayah Penggarutan pada Sabtu malam. Air sungai yang meluap langsung menggenangi areal persawahan, jalan desa, hingga beberapa rumah warga. "Tanggul Sungai Keruh jebol, air langsung masuk ke permukiman," kata Ahmad Yani.
Luapan air tersebut tidak surut karena volume air sungai yang terus tinggi akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Sistem drainase desa juga tidak mampu menampung debit air yang besar. Pihak perangkat desa bersama warga sudah melakukan upaya penanganan darurat. Mereka berusaha menutup bagian tanggul yang jebol dengan karung pasir dan material seadanya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Tekanan air sungai yang kuat membuat perbaikan darurat sulit dilakukan. Ahmad Yani berharap Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah turun tangan segera. "Kami berharap Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah segera melakukan perbaikan tanggul sungai agar banjir tidak terus berulang," ujarnya.
Ancaman Banjir Berulang dan Kekhawatiran Warga
Ahmad Yani mengingatkan, jika tanggul tidak segera diperbaiki secara permanen, banjir berpotensi terjadi berulang kali. Setiap kali hujan deras turun, warga Desa Adisana akan kembali menghadapi ancaman isolasi dan kerugian material. Kondisi ini tentu sangat mencemaskan mengingat musim hujan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan tim PSDA Jawa Tengah akan melakukan perbaikan tanggul Sungai Keruh. Warga berharap penanganan segera dilakukan sebelum banjir semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.