
Presiden Prabowo memiliki keinginan kuat untuk menciptakan mobil nasional Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, beberapa aspek penting harus diperhatikan, termasuk kesiapan industri rantai pasok komponen.
Seorang peneliti sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa kesuksesan mobil nasional sangat bergantung pada kesiapan manufaktur yang melibatkan berbagai aspek.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
”Keberhasilan mobil nasional akan ditentukan oleh eksekusi bertahap, mulai dari mengokohkan sasis, bodi, elektronik, menyiapkan jejaring supply chain yang handal untuk semua parts, dan mempersiapkan industrinya di dalam negeri,” ujar Yannes kepada aiotrade, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, pemerintah Indonesia dapat menerapkan berbagai cara dalam proses menyerap teknologi dan ilmu industrialisasi dari merek-merek besar yang sudah kokoh di Indonesia.
”Saat ini adalah era di mana supply chain itu sudah menjadi keniscayaan global, sehingga kolaborasi internasional berbasis transfer teknologi inti, insentif fiskal yang terukur, dan pengadaan pemerintah sebagai jangkar permintaan produksi fase awal yang terkendali,” jelasnya.
”Ini akan mempercepat kurva belajar industri tier 1 atau APM (Agen Pemegang Merek),” tambahnya singkat.
Kemudian berkaitan dengan TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri, Yannes menyebut proses pemenuhan TKDN mobil nasional harus dilakukan secara terkontrol.
”Kita tentunya harus menjaga keberlangsungan industri melalui pendekatan bertahap sambil memberi waktu bagi supply chain lokal untuk naik kelas menuju TKDN tinggi yang harus tertera dalam roadmap dan dilaksanakan secara terkontrol,” katanya.

Memaksimalkan TKDN tidak hanya dilakukan untuk mobil nasional bermesin bensin, termasuk apabila nantinya berbasis baterai dalam wujud mobil listrik murni atau hybrid. Menurut Yannes, komponen vital dalam negeri dibutuhkan agar tidak bergantung pada aktivitas impor.
”Membangun ekosistem baterai dari pack ke sel, serta memastikan infrastruktur pengisian dan standar keselamatan yang handal,” pungkas Yannes.

Rencana Prabowo
Gaung realisasi mobil nasional kembali bersuara dalam pidato Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
”Belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis (mobil nasional). Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang,” ucap Prabowo.
”Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” tambahnya.
Mimpi Indonesia dalam memiliki mobil nasional kembali terlihat hilalnya. Setelah pernah sukses dengan Timor di era Presiden Soeharto dan angan-angan Esemka pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo.