Pengaruh Sekolah Terhadap Perekonomian Masyarakat

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Pengaruh Sekolah Terhadap Perekonomian Masyarakat

Revitalisasi Sekolah Berdampak Ekonomi pada Masyarakat Sekitar

Banyak warga sekitar sekolah yang tengah direvitalisasi turut terlibat dalam proses pembangunan. Tidak hanya sebagai tenaga kerja, sebagian dari mereka juga menjalani usaha yang lebih bergeliat. Dampak ekonomi ini bisa dilihat dari kisah Bais, seorang warga yang tinggal di dekat Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Trituna, Kabupaten Subang. Ia menjadi salah satu pekerja konstruksi dalam proyek revitalisasi SLBN tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Bais, kehadiran proyek ini membuat roda ekonomi warga kembali bergerak. Sejak awal pengerjaan, sekitar 40 warga dari kampung sekitar terlibat sebagai tenaga kerja. Meskipun jumlahnya kini berkurang seiring dengan berkurangnya volume pekerjaan, ia tetap bersyukur karena banyak keluarga yang sempat menganggur kini memperoleh penghasilan.

Ia menilai, program ini berhasil memberdayakan masyarakat karena warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi langsung dalam pembangunan. “Kami merasa dilibatkan dan hasilnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya di SLBN Trituna, Senin (13/10/2025).

Kepala SLBN Trituna: Keberlanjutan Ekonomi Warga

Kepala SLBN Trituna, Lela Latifah, menjelaskan bahwa sekitar 60% pekerja proyek berasal dari warga sekitar. Menurutnya, kebijakan ini bukan semata demi efisiensi, tetapi juga wujud kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitar sekolah. “Kami ingin pembangunan ini tak hanya berdampak fisik, tapi juga menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi warga,” katanya.

Sebelum revitalisasi, ruangan-ruangan di sekolah cenderung kumuh. Kini, ruangan sekolah telah berubah menjadi bangunan baru, lengkap dengan ruang pembelajaran khusus dan fasilitas vokasi bagi murid-murid berkebutuhan khusus.

Pengaruh Revitalisasi pada Perekonomian Sekitar Sekolah

Eni Rundiati, Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga, menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah telah membuat suasana perekonomian di sekitar sekolah bergeliat. Sebelum revitalisasi, warung-warung kecil di depan sekolah sepi. Kini, suasananya kembali ramai. “Ibu-ibu menjual nasi bungkus untuk para tukang. Pekerja bangunan yang dulunya menganggur, kini punya penghasilan,” tuturnya.

Di SMPN 1 Purbalingga, revitalisasi sekolah dianggarkan sebesar Rp 1,4 miliar. Revitalisasi diarahkan untuk memperbaiki bangunan mushola, ruang unit kesehatan sekolah dan beberapa bangunan kelas. “Kami menyusun anggaran biaya secara rinci dan terbuka agar dana benar-benar digunakan sesuai kebutuhan dan memberi manfaat bagi banyak pihak,” tuturnya.

Dampak Ekonomi yang Luas

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memproyeksikan ada multiplier effect dalam revitalisasi sekolah senilai Rp 27,7 triliun. Multiplier effect ini tercipta di sektor konstruksi yang meliputi tenaga kerja, bahan bangunan, alat berat, dan lainnya.

Berdasarkan perhitungan Kemendikdasmen, setiap Rp 1 yang digelontorkan ke sektor konstruksi, bisa menghasilkan Rp 1,8 nilai tambah ekonomi. Artinya, dari Rp 15,4 triliun yang terserap, sekitar Rp 27,7 triliun nilai ekonomi tercipta. Tak kurang dari 480 ribu tenaga kerja terserap, dan hampir 100 ribu UMKM ikut bergerak, mulai dari pemasok bahan bangunan, warung makan, hingga percetakan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Jangkauan Luas Program

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan, revitalisasi sekolah menciptakan dampak berganda konservatif pada sektor konstruksi, mulai dari tenaga kerja, bahan bangunan, hingga penyediaan alat berat. Revitalisasi sekolah juga akan mendatangkan kesempatan kerja untuk kurang lebih 300 ribu masyarakat dan sekitar 90 UMKM, baik sebagai pekerja bangunan, insinyur, pengawas proyek, pemasok material lokal, penyedia konsumsi, dan berbagai peran lainnya dalam proses revitalisasi.

Ia menambahkan, jangkauan geografis program revitalisasi pun sangat luas, memberikan manfaat ekonomi langsung kepada sekitar 9.183 desa atau 4.818 kecamatan di seluruh Indonesia. Revitalisasi juga dikatakannya bisa berdampak kepada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak serta konsumsi lokal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan