Pengawasan DMO Batubara Diperketat, Perhatikan Rekomendasi ADRO, ITMG, PTBA, dan UNTR

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 10x dilihat
Pengawasan DMO Batubara Diperketat, Perhatikan Rekomendasi ADRO, ITMG, PTBA, dan UNTR


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Pemerintah sedang merancang kebijakan yang lebih ketat terkait kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) batubara pada 2026. Langkah ini dinilai dapat memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan-perusahaan sektor batubara. Kekhawatiran pasar semakin meningkat karena wacana tersebut muncul di tengah tren harga global yang melemah dan rencana pemangkasan produksi nasional. Di tengah ketidakpastian ini, beberapa analis telah merilis rekomendasi terbaru untuk saham-saham batubara yang masih memiliki potensi dari diversifikasi usaha dan ekspansi energi baru.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rekomendasi saham sektor batubara untuk perdagangan Senin (8/12/2025):

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

1. PT. Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

Pendapatan perseroan selama 9 bulan di 2025 mencapai US$ 1,3 miliar atau turun 13% YoY. Sementara laba bersih sepanjang Januari-September tahun 2025 sebesar US$ 302 juta atau turun 75% YoY.

Potensi pertumbuhan ADRO ke depan bertumpu pada ekspansi energi terbarukan-nya, yang mencakup proyek PLTA 1,3 GW, PLTS 0,4 GW, dan smelter aluminium berkapasitas 50 ktpa, yang seluruhnya dijadwalkan beroperasi bertahap mulai 2026. Proyek PLTS diperkirakan akan mengekspor listrik ke Singapura dengan tarif sekitar US$0,25/kWh-premium yang signifikan dibandingkan tarif domestik Indonesia.

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 3.800
Analisis: Andreas Yordan Tarigan, Analis Sucor Sekuritas

2. PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG mencatatkan pendapatan US$ 1,37 miliar atau melorot 17,47% hingga September 2025. Sedangkan laba bersih dibukukan US$ 130,59 juta atau anjlok 52,17% dibandingkan dengan capaian di 9M24 yang sebesar US$ 273,01 juta.

ITMG mulai memperlihatkan ambisinya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batubara dengan membeli sebagian saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) yang bergerak di industri pertambangan nikel. ITMG pun membuka peluang untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di emiten tersebut.

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 27.300
Analisis: Erinda Krisnawan dan Kafi Ananta, Analis BRI Danareksa Sekuritas

ITMG Chart
by TradingView

3. PT. Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA mencatat pendapatan sebesar Rp 31,3 triliun hingga akhir September 2025. Capaian ini tumbuh 2% secara tahunan. Pun laba bersih PTBA tercatat Rp 1,4 triliun hingga September 2025.

PTBA, melalui anak usaha PT Bukit Energi Investama, memperluas portofolio energi terbarukan dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Timah Industri berkapasitas 303,1 kWp di Kawasan Industri Cilegon pada 17 Juni 2025. Berkolaborasi dengan Krakatau Chandra Energy dan Timah Industri, proyek tersebut meningkatkan kapasitas terpasang PLTS PTBA menjadi 1 MWp. Tonggak ini menegaskan langkah PTBA menuju model bisnis yang berkelanjutan.

Rekomendasi: Add
Target harga: Rp 2.640
Analisis: Arief Machrus, Kepala Riset Ina Sekuritas

4. PT. United Tractors Tbk (UNTR)

UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 100,5 triliun sepanjang Januari-September 2025, atau naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 99,6 triliun. Sementara laba bersih turun 26% YoY menjadi Rp 11,5 triliun.

UNTR mencatat kenaikan volume penjualan emas memanfaatkan tingginya harga emas. Bersama produksi nikel yang stabil, pendapatan dari segmen pertambangan non-batu bara meningkat signifikan dan membantu menahan penurunan di segmen lain. UNTR juga mengakuisisi tambang emas baru di Doup dengan produksi diperkirakan mulai 2028 dan target volume tahunan 140-155 ribu troy ons.

Rekomendasi: Hold
Target harga: Rp 28.600
Analisis: Axell Ebenhaezer, Analis NH Korindo Sekuritas

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan