Pengecekan Harga Beras di Nabire, Satgas Pangan Papua Tengah Temukan Rp17 Ribu per Kg

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Pengecekan Harga Beras di Nabire, Satgas Pangan Papua Tengah Temukan Rp17 Ribu per Kg
Pengecekan Harga Beras di Nabire, Satgas Pangan Papua Tengah Temukan Rp17 Ribu per Kg

Inspeksi Mendadak di Nabire untuk Memastikan Ketersediaan dan Harga Beras

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Papua Tengah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar dan distributor beras di Nabire. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga beras di wilayah tersebut. Sidak ini dilakukan di Pasar Kalibobo dan beberapa gudang distributor, pada hari Sabtu (25/10/2025).

Inspeksi ini melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Perum Bulog Nabire, serta Direktorat Reskrimsus Polda Papua Tengah. Mereka bekerja sama untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam distribusi beras menjalankan aturan yang telah ditetapkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kasatgas Pangan dan Pengendalian Harga, Kombes Pol A Wakhid P Utomo, menjelaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi pasokan dan harga beras di lapangan. Ia menyatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025, harga eceran tertinggi (HET) beras di wilayah Maluku dan Papua ditetapkan sebagai berikut:

  • Beras premium: Rp15.800 per kilogram
  • Beras medium: Rp15.500 per kilogram
  • Beras SPHP: Rp13.500 per kilogram

Namun, hasil sidak menunjukkan bahwa harga jual beras di Nabire melampaui batas yang ditetapkan. Beras premium dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, sedangkan beras medium mencapai Rp16.500 per kilogram. Hal ini menunjukkan adanya penyelewengan dari aturan yang telah diberlakukan.

Wakhid mengatakan bahwa perbedaan harga ini disebabkan oleh tingginya biaya transportasi dan operasional. Sebagian besar beras yang didistribusikan ke Nabire berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Oleh karena itu, biaya pengangkutan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga jual di pasar.

“Jika harga di Nabire sudah tinggi, maka di daerah pegunungan yang pengangkutannya menggunakan pesawat bisa dua kali lipat,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa harga beras di daerah-daerah yang lebih sulit dijangkau cenderung lebih mahal karena keterbatasan akses dan biaya logistik yang tinggi.

Wakhid menegaskan bahwa hasil temuan ini akan dibahas bersama pemerintah daerah untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif. Selain fokus pada harga, Satgas juga memastikan bahwa stok beras di Nabire masih tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Langkah-Langkah yang Akan Dilakukan

Beberapa langkah yang akan diambil oleh Satgas Pangan dan pemerintah daerah antara lain:

  • Melakukan pemantauan berkala terhadap harga beras di pasar dan distributor.
  • Menjalin komunikasi dengan pelaku usaha untuk memastikan kepatuhan terhadap HET yang telah ditetapkan.
  • Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait agar distribusi beras dapat lebih efisien dan merata.
  • Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan harga beras dan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan harga beras di Nabire dapat tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, ketersediaan beras juga akan terjaga sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok mereka.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan