Pengecekan harga jelang Nataru di Situbondo, kacang tanah Rp40 ribu, cabai turun

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Pengecekan harga jelang Nataru di Situbondo, kacang tanah Rp40 ribu, cabai turun
Pengecekan harga jelang Nataru di Situbondo, kacang tanah Rp40 ribu, cabai turun

Sidak Harga Bahan Pokok di Situbondo Jelang Nataru

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskoperindagin) Kabupaten Situbondo bersama jajaran Polres Situbondo melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (17/12/2025) untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan stabilitas pasokan menjelang lonjakan permintaan akhir tahun.

Harga Kacang Tanah Melonjak Tajam

Dari hasil pemantauan di lapangan, tim gabungan menemukan bahwa harga kacang tanah mengalami lonjakan signifikan. Di tingkat pedagang, harga kacang tanah kini berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Pedagang Pasar Panji, Halili, mengungkapkan bahwa lonjakan harga kacang tanah terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sementara komoditas lain justru mulai mengalami penurunan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Harga cabai kemarin saya jual Rp50 ribu per kilogram, sekarang turun jadi Rp40 ribu,” ujarnya. Hal serupa disampaikan oleh pedagang lain asal Desa Olean. Ia menyebut harga cabai rawit atau lombok juga berangsur turun dibandingkan pekan sebelumnya.

“Sebelumnya lombok sempat di harga Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, sekarang mulai turun,” katanya.

Stok Impor Seret, Produksi Lokal Terkendala Cuaca

Sementara itu, pedagang Pasar Asembagus, Sukarya, menyebut kenaikan harga kacang tanah kali ini tergolong tidak wajar jika dibandingkan harga normal. “Biasanya kacang tanah itu Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, paling mahal Rp28 ribu per kilogram. Sekarang bisa sampai Rp38 ribu,” ungkapnya.

Menurut Sukarya, melonjaknya harga dipicu oleh terbatasnya pasokan kacang tanah impor, khususnya dari India, sementara produksi lokal juga terkendala musim hujan. “Stoknya tidak ada. Menanam kacang di musim hujan juga tidak memungkinkan,” ujarnya. Ia berharap pemerintah membuka kembali kran pasokan dari luar daerah atau luar negeri agar harga bisa lebih terkendali.

“Kalau ada pasokan dari luar, pasti ada persaingan harga,” tambahnya.

Diskoperindagin: Cabai Turun, Stok Masih Aman

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Diskoperindagin Situbondo, Candra Dewi, membenarkan bahwa harga cabai mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak cukup tinggi. “Sebelumnya harga cabai sempat mencapai Rp60 ribu bahkan Rp70 ribu per kilogram. Sekarang rata-rata di kisaran Rp48 ribu per kilogram, sedangkan harga lombok sekitar Rp35 ribu,” jelasnya.

Untuk komoditas bawang, Candra menyebut terjadi pergerakan harga yang beragam. Harga bawang putih cenderung naik, sementara bawang merah justru menurun. “Bawang putih dari Rp28 ribu naik menjadi Rp30 ribu per kilogram,” katanya. Terkait ketersediaan stok, Candra memastikan pasokan bahan pokok di Situbondo masih relatif aman.

“Stok sejauh ini tercukupi, sehingga beberapa harga mulai menunjukkan penurunan,” pungkasnya.

Pengawasan Jelang Nataru Terus Dilakukan

Ia menegaskan, sidak harga akan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. “Memang sebelumnya ada kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai dan telur. Sidak ini untuk memastikan harga tetap terkendali,” tutup Candra.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan