
Strategi Konsolidasi BUMN Logistik oleh Danantara
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan melakukan konsolidasi terhadap 18 badan usaha milik negara (BUMN) di sektor logistik menjadi satu entitas holding. Langkah ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi besar-besaran BUMN yang dikelola oleh Danantara Asset Management sebagai super holding. Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah untuk memperkuat skala bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan BUMN yang selama ini beroperasi secara terpisah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Laboratorium Supply Chain Management (Lab. SCM) Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama, Verani Hartati, menyatakan bahwa pembentukan holding perusahaan-perusahaan BUMN sektor logistik memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Menurutnya, selama ini proses bisnis dan pengembangan perusahaan BUMN dilakukan sendiri-sendiri, sehingga sering kali terjadi duplikasi.
"Holding akan memudahkan pelayanan logistik yang terintegrasi (integrated logistics) secara end-to-end, sehingga akan diperoleh efisiensi karena proses birokrasi dan administrasi yang pendek serta utilisasi aset dan pencapaian ekonomi skala yang lebih baik," ujar Verani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Verani menilai pembentukan holding juga akan meningkatkan leverage, sehingga mempermudah perusahaan-perusahaan BUMN menambah modal untuk pengembangan kapasitas, operasional, dan pelayanan investasi secara sinergis. Dengan kapasitas semua perusahaan BUMN logistik, ucap dia, efisiensi yang dicapai berpotensi besar meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor logistik secara nasional.
Namun, Verani menjelaskan bentuk holding BUMN harus dipertimbangkan secara matang mengingat cakupan bidang usaha logistik yang sangat luas, mencakup semua moda transportasi, pergudangan, serta infrastruktur dan fasilitas logistik.
Penghargaan untuk Perusahaan BUMN Logistik
Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan BUMN menunjukkan prestasi, inovasi, dan pengembangan yang signifikan dalam proses, layanan, dan kapabilitas yang berdampak terhadap peningkatan kinerja logistik.
Dalam ajang apresiasi sektor logistik nasional "Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025" di Jakarta, Setijadi menyampaikan SCI menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah perusahaan BUMN logistik.
Pada kelompok kategori umum (competing awards), ILA 2025 dianugerahkan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero) (untuk kategori Shipping Company) dan PT Terminal Teluk Lamong (Container Terminal). Sementara individu penerima ILA 2025 adalah David Pandapotan Sirait, Dirut PT Terminal Teluk Lamong (Pelindo Group), sebagai CEO of the Year.
Penerima ILA 2025 untuk kelompok kategori khusus (conferred awards) adalah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) (Inter-Island Transport & Logistics Connectivity), PT BGR Logistik Indonesia (Digital Technology Development in Integrated Logistics and Supply Chain), PT PBM Sarana Bandar Nasional (Pelni Logistics) (Innovation in Container and Depot Management), dan PT Petrokimia Gresik (Bagging Operation for Supply Chain Excellence).
"ILA 2025 juga diberikan kepada supporting institution non perusahaan logistik. Dari kalangan perusahaan BUMN, penerimanya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. yang meraih dua penghargaan dalam kategori Strategic Partner for International Trade and Logistics dan Sustainable Financial Services for Global Supply Chain," kata Setijadi.