Pengembangan Energi Angin China Tambah 120 GW Tahunan hingga 2030

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Pengembangan Energi Angin China Tambah 120 GW Tahunan hingga 2030


aiotrade, JAKARTA — Produsen turbin angin terbesar di Tiongkok sedang memperkuat upaya mereka untuk mengajukan permintaan tambahan kapasitas energi angin ke pemerintah. Dalam lobi yang dilakukan, para perusahaan ini meminta peningkatan kapasitas energi angin sebesar 120 gigawatt (GW) setiap tahun hingga tahun 2030. Jika permintaan tersebut disetujui, pasokan energi bersih China akan meningkat dua kali lipat pada akhir dekade ini.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Goldwind Science & Technology Co. dan Ming Yang Smart Energy Group termasuk di antara puluhan pelaku industri yang mengajukan usulan ini dalam konferensi tahunan China Wind Power di Beijing pada hari Senin (20/10/2025). Rencana ini sejalan dengan komitmen pemerintah Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mempercepat transisi menuju penggunaan energi terbarukan. Tiongkok, sebagai negara dengan emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, berkomitmen untuk mencapai target penurunan emisi sebesar 7–10% pada tahun 2035.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB bulan lalu, Presiden Xi Jinping menyatakan bahwa pada tahun 2035, kapasitas gabungan tenaga angin dan surya Tiongkok akan mencapai 3.600 GW. Ini menunjukkan arah strategis pemerintah dalam mengembangkan sumber energi terbarukan sebagai bagian dari kebijakan lingkungan nasional.

Tiongkok telah melampaui beberapa target energi terbarukan yang ditetapkan sebelumnya. Rekor peningkatan kapasitas pembangkit angin dan surya membuat negara ini enam tahun lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan untuk tahun 2030.

Berdasarkan rencana baru dari industri, kapasitas kumulatif tenaga angin nasional Tiongkok akan mencapai 1.300 GW pada tahun 2030 dan setidaknya 2.000 GW pada tahun 2035, dibandingkan dengan 520 GW pada akhir tahun 2024. Angka ini menunjukkan ambisi besar industri untuk meningkatkan produksi energi angin secara signifikan dalam waktu dekat.

Pada tahun lalu, Tiongkok mencatat rekor penambahan kapasitas tenaga angin sebesar hampir 80 GW. Menurut perkiraan BloombergNEF, jumlah ini akan kembali terlampaui pada tahun 2025 dengan penambahan proyek baru mencapai 94 GW. Hal ini menunjukkan pertumbuhan pesat dalam pengembangan energi angin di Tiongkok.

Selain itu, dalam usulan baru tersebut, industri juga menargetkan pembangunan 15 GW proyek tenaga angin lepas pantai setiap tahun hingga tahun 2030. Proyek-proyek ini akan menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk mengembangkan sumber energi terbarukan yang lebih berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa poin utama dari rencana pengembangan energi angin Tiongkok:

  • Peningkatan kapasitas tahunan: Penambahan 120 GW per tahun hingga 2030.
  • Target kapasitas kumulatif: 1.300 GW pada 2030 dan 2.000 GW pada 2035.
  • Pengembangan energi lepas pantai: Pembangunan 15 GW proyek tenaga angin lepas pantai setiap tahun hingga 2030.
  • Kepatuhan terhadap target global: Kepatuhan terhadap komitmen penurunan emisi sebesar 7–10% pada 2035.
  • Pertumbuhan pesat: Pencapaian rekor penambahan kapasitas angin yang lebih tinggi dari target sebelumnya.

Dengan rencana ini, Tiongkok semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pengembangan energi terbarukan di dunia. Proyek-proyek ini tidak hanya akan mendukung tujuan lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi teknologi dan investasi di bidang energi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan