
Target Pendapatan dan Kontrak Baru PT PP Tbk
PT PP Tbk (PTPP), sebuah perusahaan konstruksi milik BUMN, menetapkan target pendapatan sebesar Rp 16 triliun pada tahun 2026. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk meraih kontrak baru senilai Rp 23,5 triliun. Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, menjelaskan bahwa realisasi kontrak baru pada tahun ini sedikit mengalami penyesuaian dan diperkirakan mencapai sekitar 92% dari target yang ditetapkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saat ini, PTPP masih menantikan pengumuman hasil beberapa tender proyek, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, fokus utama perusahaan adalah mengembangkan bisnis inti agar dapat memaksimalkan kompetensi perusahaan. Di sisi lain, PTPP masih menjalani proyek rel kereta api di Filipina dengan masa kontrak selama lima tahun.
Novel Arsyad menyampaikan bahwa pencapaian perusahaan pada tahun 2025 mungkin sedikit di bawah target. Ia memperkirakan capaian tersebut sekitar 92%. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Plaza PP, Jakarta, pada Kamis (18/12).
Progres Divestasi Anak Usaha
Di samping target pendapatan, PTPP juga sedang melakukan proses divestasi terhadap beberapa asetnya. Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP, I Gede Upeksa Negara, menjelaskan bahwa terdapat dua anak usaha yang sedang dalam proses divestasi, yaitu PT PP Infrastruktur dan PT Celebes Railway Indonesia (CRI).
Proses divestasi CRI saat ini difokuskan pada pemenuhan berbagai condition precedent (CP) dan diperkirakan akan selesai pada tahun depan. Sementara itu, proses divestasi PT PP Infrastruktur masih berada pada tahap pemenuhan CP dan due diligence. Target penyelesaian divestasi PT PP Infrastruktur direncanakan akan rampung pada triwulan pertama 2026.
I Gede Upeksa Negara menyampaikan bahwa kemungkinan besar target tersebut akan melewati tahun ini karena prosesnya masih cukup banyak yang harus diselesaikan sebelum bisa masuk ke penandatanganan SPA.
Kinerja Keuangan Kuartal III 2025
PTPP mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,55 miliar pada kuartal III 2025. Laba bersih ini mengalami penurunan hingga 97,92% dibandingkan kuartal III tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp 267,28 miliar.
Selain itu, pendapatan usaha perusahaan pelat merah ini turun sebesar 23,33% (yoy) menjadi Rp 10,73 triliun pada kuartal III 2025. Penurunan pendapatan terjadi hampir di seluruh segmen usaha. Pendapatan terbesar masih berasal dari jasa konstruksi sebesar Rp 8,83 triliun. Disusul oleh segmen EPC sebesar Rp 781,80 miliar, properti dan realty sebesar Rp 540,08 miliar, serta pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi sebesar Rp 247,32 miliar.
Meskipun demikian, beban pokok pendapatan PTPP mengalami penurunan sebesar 26,14% (yoy) menjadi Rp 9,12 triliun pada periode ini. Sampai akhir kuartal III 2025, PTPP memiliki aset senilai Rp 55,52 triliun atau turun 1,88% dari Desember 2024 yang sebesar Rp 56,58 triliun.