Pengemudi yang Tabrak Kerumunan Suporter Liverpool Dihukum 21,5 Tahun Prison

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Pengemudi yang Tabrak Kerumunan Suporter Liverpool Dihukum 21,5 Tahun Prison

Penabrak Kerumunan Suporter Liverpool Dihukum 21,5 Tahun Penjara

Paul Doyle (54 tahun) dinyatakan bersalah atas tindakan kejamnya yang menabrak kerumunan suporter Liverpool saat parade juara Liga Inggris. Hukuman 21,5 tahun penjara dijatuhkan kepadanya setelah pengadilan mengungkap dampak buruk dari peristiwa tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Doyle menangis tersedu-sedu saat mendengar pernyataan dampak korban yang dibacakan di pengadilan. Ia juga mendengar cerita tentang korban yang mengalami cedera permanen serta trauma psikologis yang berkepanjangan. Hakim Andrew Menary menyampaikan bahwa apa yang seharusnya menjadi hari perayaan bersama malah menjadi warisan abadi berupa ketakutan, cedera, dan kehilangan di seluruh komunitas.

"Tindakan Anda menyebabkan kengerian dan kehancuran dalam skala yang belum pernah dihadapi pengadilan ini sebelumnya," ujar Menary.

Tindakan Agresif dan Penggunaan Kendaraan sebagai Senjata

Dalam rekaman video dashboard yang diputar selama sidang dua hari, Doyle terlihat membunyikan klakson secara agresif, berteriak, dan mengumpat kepada kerumunan untuk menyingkir dari jalannya. Pernyataan hakim menjelaskan bahwa dampak dari tindakan Doyle meluas jauh melampaui mereka yang disebutkan dalam dakwaan, termasuk orang tua dan anak-anak, petugas polisi, kakek-nenek, siswa, turis, dan orang yang lewat.

"Semuanya terluka, terjebak dalam peristiwa tersebut, yang pada saat itu diyakini banyak orang sebagai serangan teror dengan korban massal," tambah Menary.

Doyle menggunakan kendaraannya sebagai senjata, melukai 134 orang dalam waktu kurang dari 10 menit. Ia mengaku bersalah atas 31 dakwaan kriminal yang diajukan lalu, termasuk menyebabkan luka berat dengan sengaja, melukai dengan niat, perkelahian, dan mengemudi berbahaya.

Perubahan Pengakuan di Pengadilan

Awalnya, Doyle berencana membantah dakwaan tersebut dengan alasan panik. Namun, ia mengubah pengakuannya secara tak terduga pada hari kedua persidangan dan mengakui semua 31 dakwaan yang berkaitan dengan 29 korban berusia antara enam bulan dan 77 tahun.

Detik-Detik Kejadian yang Mengerikan

Selama tujuh menit, Doyle mengemudikan kendaraannya yang hampir seberat dua ton tanpa pandang bulu ke arah pejalan kaki, beberapa di antaranya terlempar ke kap mobil. Menurut kepolisian Merseyside, meskipun tidak ada yang tewas, 50 orang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Korban termuda adalah bayi berusia enam bulan yang terlempar dari kereta bayinya, tetapi secara ajaib tidak terluka.

Polisi dengan cepat menyatakan bahwa insiden tersebut bukanlah terorisme. Setelah menabrak korban pertama, Doyle melanjutkan perjalanan di jalan lain dan menabrak lebih banyak orang. Bahkan, ia sempat mundur dan menabrak kendaraan lain serta sebuah ambulans.

"Anda memiliki kesempatan berulang kali untuk berhenti, tetapi Anda memilih untuk terus melaju tanpa menghiraukan kesempatan itu," kata Menary.

Penghentian Mobil yang Dramatis

Mobil itu akhirnya berhenti setelah beberapa orang, termasuk anak-anak, terjebak di bawahnya. Seorang pejalan kaki kemudian melompat ke dalam mobil dan memindahkan tuas persneling ke posisi parkir, membantu menghentikan mobil tersebut.

Para saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan, termasuk mendengar suara mobil melindas orang-orang dan melihat banyak korban tergeletak di jalan. Kepala Inspektur Detektif Kepolisian Merseyside, John Fitzgerald, menyampaikan bahwa dalam 20 tahun bertugas, ini adalah rekaman paling menyedihkan dan mengerikan yang pernah ditemukan dari kamera dasbornya.

"Sangat sulit untuk memahami bagaimana seseorang bisa melindas orang-orang dalam keadaan marah untuk mencapai tujuannya," tambahnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan