Penggerebekan Dugaan Hipnotis di Pasar Bawah Bukittinggi, Tetangga Lihat Mobil Pelaku Tanpa TNKB

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Penggerebekan Dugaan Hipnotis di Pasar Bawah Bukittinggi, Tetangga Lihat Mobil Pelaku Tanpa TNKB

Tetangga Korban Hipnotis Mengaku Melihat Mobil Terduga Pelaku

Seorang tetangga dari korban yang diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis di Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengaku melihat mobil terduga pelaku saat melintas di daerahnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Retmi Delvira, tetangga korban, saat memberikan keterangan.

Jumi Rah Mariati (58), seorang ibu, diduga menjadi korban hipnotis saat hendak berbelanja di Pasar Bawah Bukittinggi, Minggu (19/10/2025). Akibat kejadian ini, uang sebesar Rp35 juta dan satu unit handphone dibawa kabur oleh terduga pelaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Terduga pelaku awalnya meminta Jumi Rah Mariati mengambil uang di rumahnya menggunakan sebuah mobil Avanza berwarna hitam. Saat melintas di Jorong Gantiang, Nagari Koto Gadang, Retmi mengaku melihat mobil tersebut, namun tidak mengetahui jika tetangganya diduga menjadi korban hipnotis.

"Saya hanya melihat mobilnya yang diparkir di sebuah kedai, tidak jauh dari rumah Jumi," ungkap Retmi. Ia juga menyebutkan bahwa saat melintas, ia lewat dari arah belakang minibus tersebut dan melihat Jumi keluar dari mobil. Menurut Retmi, saat keluar dari mobil, Jumi langsung berlari ke arah rumahnya.

"Iya, saya tidak tahu waktu itu, saya kira mobil anaknya," terang Retmi. "Mobilnya warna hitam, tapi platnya tidak ada," tambahnya.

Kronologi Kejadian

Kejadian ini bermula saat Jumi Rah Mariati ingin berbelanja ke Pasar Atas Bukittinggi, Minggu (19/10/2025) kemarin. Awalnya ia berjalan kaki, sekitar pukul 09:00 WIB pagi. Saat berada di depan Bank Mandiri yang ada di Pasar Bawah Bukittinggi, ia dihampiri oleh seseorang yang bertanya mengenai museum di daerah tersebut.

Pria yang tidak dikenalnya itu mengaku berasal dari Jawa dengan tujuan ke Medan. Tujuannya adalah untuk menggadaikan barang antik ke museum. Namun, di tengah perjalanan, kakeknya sakit dan dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Tujuan menggadaikan barang antik untuk biaya sang kakek yang ada di rumah sakit.

Saat sedang berbicara, tiba-tiba datang pria lainnya menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam. Tiba-tiba pria dalam mobil menanyakan apa yang hendak digadaikan. Pria pertama mengaku ada barang antik berupa batu yang ingin digadaikan, namun hanya bisa dilihatkan di dalam mobil.

"Pria di dalam mobil itu tertarik ingin membeli barang antik itu, tapi dia meminta saya masuk ke dalam mobil sebagai saksi barang yang akan digadaikan tersebut," sambungnya. Awalnya Jumi Rah Mariati menolak masuk ke dalam mobil. Namun pelaku menuturkan hanya 5 menit.

Saat itulah Jumi Rah Mariati merasakan pundaknya ditepuk seseorang. Singkat cerita, ujar Jumi, ia masuk ke dalam mobil dan menanyakan barang yang akan digadaikan. Setelah di dalam mobil itulah perempuan paruh baya ini terus dipengaruhi sehingga menurut saat disuruh mengambil uang di rumahnya sendiri.

Masih dalam pengaruh hipnotis, korban pun mengambil semua uangnya yang disimpan di rumah. Sementara pelaku yang ada dalam mobil, menunggu tak jauh dari rumah korban. Setelah menjemput uang, korban pun dibawa keliling menggunakan mobil hingga Padang Lua. Di sini, korban diminta menghitung uang kembali agar tidak ada yang kurang.

Lalu korban diturunkan dan disuruh ke musala untuk salat Dhuha, sedangkan uangnya diserahkan ke pelaku. Sementara pelaku mengaku menunggu di dalam mobil setelah Jumi hendak melaksanakan salat Dhuha.

Setelah salat Dhuha inilah Jumi Rah Mariati sadar kalau dirinya telah ditipu. "Uang saya ada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba saya ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan