Pemerintah Kota Banjar Meraih Penghargaan Terbaik 1 untuk Kategori Non-IHK
Pemerintah Kota Banjar kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan meraih peringkat Terbaik 1 untuk kategori Kota/Kabupaten Non-Indeks Harga Konsumen (Non-IHK) tingkat Provinsi Jawa Barat 2025. Penghargaan ini diberikan dalam acara Pasamoan Agung (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Barat.

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, didampingi Kabag Perekonomian Sumber Daya Alam Pembangunan Setda Kota Banjar. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa komitmen kita dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi berjalan dengan baik. Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah ditempuh TPID Kota Banjar mulai dari penguatan kerja sama antar daerah, optimalisasi operasi pasar, hingga gelar pangan murah dan berbagai program penguatan ekonomi lainnya. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi layanan dan transaksi keuangan untuk mendukung efisiensi sistem pengawasan serta distribusi barang.
"Kami akan terus memperkuat kolaborasi, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat, Bank Indonesia dan sektor lainnya agar pengendalian inflasi di daerah tetap stabil. Ke depan, inovasi dan digitalisasi akan menjadi fokus untuk memastikan harga-harga tetap terjangkau bagi masyarakat," kata Wali Kota.
Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan
Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjar meliputi:
- Penguatan kerja sama antar daerah: Memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota lain untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan barang.
- Optimalisasi operasi pasar: Melaksanakan operasi pasar secara berkala untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
- Gelar pangan murah: Memberikan akses pangan dengan harga terjangkau melalui berbagai kegiatan yang digelar oleh pemerintah.
- Program penguatan ekonomi: Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga aktif dalam mendorong digitalisasi layanan publik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan data serta distribusi barang. Digitalisasi juga menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Wali Kota Banjar juga menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga ketahanan ekonomi daerah. Ia menilai bahwa penghargaan Pinunjul Award Terbaik 1 ini merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut, dan menjadi apresiasi bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun Kota Banjar.
"Kami akan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan langkah-langkah yang telah diterapkan. Tujuannya adalah memastikan bahwa Banjar semakin berdaya dan mandiri," ujarnya.
Dengan berbagai inisiatif dan strategi yang telah dijalankan, Pemerintah Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di masa depan, pihaknya akan terus berupaya untuk memperkuat kolaborasi dan memacu inovasi guna memastikan kesejahteraan rakyat tetap terjaga.