
Pengisi Daya DC Baru dari Siemens: Solusi Inovatif untuk Kendaraan Listrik
Perusahaan milik Siemens, Heliox, telah meluncurkan pengisi daya ringkas baru yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Pengisi daya ini sepenuhnya kompatibel dengan standar internasional dan memiliki kemampuan unik dalam mengisi daya mobil listrik, menjaga lampu tetap menyala selama pemadaman listrik, serta mengirim daya kembali ke jaringan listrik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pengisi daya cepat DC baru ini diproduksi dan diuji di Amerika Serikat. Alat ini tidak hanya mampu mengisi daya kendaraan listrik, tetapi juga bisa digunakan sebagai sumber daya cadangan saat terjadi pemadaman listrik. Selain itu, pengisi daya ini juga kompatibel dengan standar ISO dan SAE untuk pengisian daya dua arah, sehingga cocok digunakan dalam berbagai skenario penggunaan.
Dibuat oleh anak perusahaan Siemens, Heliox, pengisi daya V2G (Vehicle-to-Grid) ini dapat mengirimkan hingga 44 kilowatt ke EV yang terhubung. Meskipun angka ini terlihat kecil dibandingkan standar modern, penting untuk diketahui bahwa produk ini dirancang khusus untuk bus listrik dan truk listrik. Jenis kendaraan ini biasanya diisi daya saat pengemudi beristirahat atau pada malam hari, sehingga memiliki pengisi daya ultra-cepat bukanlah prioritas utama.
Namun, kemampuan untuk memanfaatkan baterai besar yang biasanya memberi daya pada kendaraan listrik komersial besar ini bisa menjadi nilai tambah yang menarik bagi pemilik armada. Dengan pengisi daya V2G DC Heliox, pemilik armada dapat memangkas biaya energi secara signifikan.
Pengisi daya ini memiliki pengaturan input AC yang dapat disesuaikan mulai dari 15 hingga 56 ampere. Hal ini memungkinkan pengguna tidak perlu melakukan peningkatan mahal pada instalasi listrik gudang. Selain itu, alat ini dapat diatur untuk secara otomatis mengambil daya dari jaringan listrik saat harga listrik murah dan mengirimkan daya kembali ke jaringan saat harga listrik mahal. Dengan demikian, baterai armada EV bisa digunakan sebagai penyangga untuk penghematan energi.
Heliox menyatakan bahwa pengisi daya V2G 44 kW-nya sesuai dengan Buy America Act, sehingga memenuhi syarat untuk proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah federal dan negara bagian. Pengisi daya ini juga sepenuhnya sesuai dengan standar ISO 15118-20 dan SAE J2847, yang menetapkan spesifikasi cara EV dan jaringan listrik berkomunikasi.
Pada awal tahun ini, Heliox bekerja sama dengan Hubject, Blue Bird, dan Accelera by Cummins untuk mengumumkan penggunaan komersial pertama dari solusi kendaraan-ke-grid yang sesuai dengan standar internasional. Dalam kolaborasi ini, Heliox menyediakan pengisi daya V2G, Hubject bertanggung jawab untuk mengaktifkan fungsionalitas Plug & Charge, Accelera by Cummins membuat powertrain listrik, dan Blue Bird menyediakan bus sekolah listrik yang dapat mengambil daya dari jaringan listrik dan mengirimkannya kembali.
Tantangan dan Peluang di Sektor Pengisian Daya Listrik
Beberapa waktu lalu, pemerintahan Trump menghapus pengisi daya EV dari gedung pemerintah, yang menjadi isu hangat dalam dunia transportasi ramah lingkungan. Namun, inisiatif-inisiatif seperti pengisi daya V2G dari Heliox menunjukkan bahwa solusi inovatif terus berkembang.
Selain itu, penggunaan lampu jalan bertenaga surya juga menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah pengisian daya listrik. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Dengan perkembangan teknologi seperti ini, masa depan transportasi listrik semakin cerah dan lebih berkelanjutan.