
Pengunjung Kafe Jadi Korban Pencurian Sepeda Motor
Seorang pengunjung kafe di D'Cafe Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namogajah, Kecamatan Medan Tuntungan bernama Suci Ervina (26) menjadi korban pencurian sepeda motor. Ia kehilangan kendaraannya yang berupa Honda Vario 125BK 3336 AKP dari parkiran kafe tempatnya nongkrong.
Peristiwa ini terjadi pada Senin 15 Desember kemarin, sekitar pukul 12:00 WIB. Ervina baru menyadari kehilangan motornya ketika hendak pulang setelah menikmati waktu bersantai di kafe tersebut. Setelah memastikan bahwa kendaraannya tidak ada di tempat parkir, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Tuntungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Syawal Sitepu mengatakan bahwa setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan. Dalam hitungan jam, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan berhasil menangkap salah satu tersangka bernama Muhammad Teguh Febrianto di Kecamatan Kutalimbaru.
Penangkapan dan Peristiwa Aneh Saat Penahanan
Saat diinterogasi, pelaku mengaku melakukan pencurian sepeda motor milik korban. Tidak hanya itu, Teguh Febrianto juga mengungkap bahwa ia mencuri motor bersama rekannya bernama Acil, yang saat ini masih dalam pencarian.
Ketika sedang dibawa ke persembunyian Acil di Tanjung Selamat menggunakan mobil, Teguh Febrianto meminta izin untuk buang air kecil. Pada saat itulah petugas memindahkan posisi borgol dari belakang tubuh ke depan. Namun, saat proses pemindahan borgol berlangsung, tersangka tiba-tiba memukul personel bernama Bripka Ari Tarigan hingga terjatuh dan langsung melarikan diri.
Polisi berusaha mengejar dan melepaskan dua tembakan ke udara, tetapi tersangka tetap berhasil kabur. Akhirnya, polisi memberikan tembakan ke arah kaki tersangka sehingga ia jatuh dan akhirnya ditangkap kembali. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan dan selanjutnya ke Polsek Medan Tuntungan.
Hasil Pencurian dan Penggunaan Uang
Menurut pengakuan tersangka, sepeda motor korban dijual dengan harga Rp 5 juta. Uang hasil penjualan tersebut dibagi dua, masing-masing mendapatkan Rp 2,5 juta. Uang tersebut digunakan untuk membayar utang dan membeli narkoba.
"Pelaku mendapatkan Rp 2,5 juta dan uang tersebut dipergunakan membayar utang, sebagian digunakan untuk membeli narkoba," ujar Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Syawal Sitepu.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan keamanan diri dan barang bawaan mereka. Selain itu, kecepatan tindakan dari aparat kepolisian dalam menangani kasus pencurian juga patut diapresiasi. Dengan adanya tindakan tegas dari polisi, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mengurangi risiko kejahatan serupa di masa depan.