
MANADO Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Manado menggelar perayaan Gebyar Hari Santri Nasional 2025 di kampus IAIN Manado, pada hari Minggu (26/10). Acara ini menarik ratusan santri yang berkumpul untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dipenuhi dengan semangat pengabdian dan kebersamaan. Di antara agenda utamanya adalah bakti sosial serta penyerahan bantuan kepada para santri, imam, dan marbot.
Ketua PCNU Kota Manado, KH. Rikson Hasanati, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar kegiatan tahunan yang bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat peran santri dalam masyarakat. Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar masyarakat yang harus memberikan contoh yang baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ada ungkapan yang sangat bermakna, yaitu maa ziltu thaliban, selamanya aku tetaplah santri. Artinya, santri harus selalu menjaga kerendahan hati, kesetiaan dalam pengabdian, dan identitas diri yang tidak boleh hilang. Santri harus menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat, ujar Rikson.
Selain itu, dalam acara tersebut, PCNU Kota Manado juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Manado, Andrei Angouw, atas dedikasinya dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Manado. Rikson menyampaikan rasa terima kasihnya karena peran Wali Kota sangat penting dalam merawat toleransi dan harmoni di tengah masyarakat.
Kami sangat mengapresiasi Pak Andrei karena kontribusinya dalam menjaga kerukunan antar agama di Manado, katanya, yang juga menjabat sebagai pemimpin Pondok Pesantren Asy-Syafiq Nurul Hidayah.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Wilayah NU Sulawesi Utara (Sulut), KH. Ulyas Taha, memberikan pujian terhadap PCNU Kota Manado yang disebutnya sebagai salah satu cabang paling aktif di wilayah Sulut. Menurutnya, peringatan Hari Santri adalah pengingat akan resolusi jihad yang telah dilakukan oleh santri dalam sejarah bangsa Indonesia.
Santri punya peran penting dalam sejarah bangsa. Jangan biarkan ada yang menilai mereka secara negatif. Mereka adalah tulang punggung masyarakat yang harus dihargai, ujarnya.
Beberapa tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, seperti Rois Syuriah PWNU Sulut KH. Syaban Mauludin, Rektor IAIN Manado Prof. Ahmad Rajafi, Kepala Kemenag Kota Manado Hj. Rogaya Udin, serta perwakilan dari Kapolresta Manado dan BPN Sulut.
Bantuan yang diberikan dalam acara ini mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi para penerima manfaat. Di antaranya adalah kacamata minus, kacamata baca, paket sembako, hingga amplop khusus yang diberikan kepada para santri.
Acara ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali tentang peran penting santri dalam masyarakat. Dengan berbagai aktivitas yang diadakan, PCNU Kota Manado berhasil menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung dan memajukan santri sebagai agen perubahan positif.