Pengusaha 1 Lot Saham Abadi Lestari Untung 950% Setelah RLCO Capai ARA 12 Kali

admin.aiotrade 31 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Pengusaha 1 Lot Saham Abadi Lestari Untung 950% Setelah RLCO Capai ARA 12 Kali


Investor yang memegang hanya satu lot saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sejak pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) telah meraih keuntungan hingga 950,60%. Meskipun sempat disuspensi bursa tiga kali, RLCO bahkan telah mencetak auto reject atas (ARA) sebanyak 12 kali.

Performa saham RLCO terlihat sangat mengesankan. Pada perdagangan Selasa (30/12), saham RLCO ditutup di level Rp 1.765 atau naik 9,97%. Volume perdagangan tercatat sebesar 5,09 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,98 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp 5,52 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kenaikan harga saham ini menarik perhatian karena RLCO baru saja mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025 lalu. Pada debutnya, harga saham RLCO langsung melonjak 34,52% ke level Rp 226, melebihi batas harga tertinggi perdagangan harian atau auto rejection atas (ARA). Kapitalisasi pasar Abadi Lestari Indonesia juga melonjak menjadi Rp 706,25 miliar.

Pada gelaran IPO, RLCO berhasil mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 948,25 kali. Perseroan menawarkan saham di batas tertinggi, yaitu Rp 168, dalam rentang harga Rp 150–168 per saham.

Dalam IPO tersebut, perseroan melepas 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp 105 miliar.

Rencana RLCO Usai IPO
Seluruh dana yang dihimpun dari penawaran umum perdana saham (IPO), setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Sekitar 56,33% akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku berupa sarang burung walet. Sisanya, sekitar 43,67%, akan disetorkan kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal yang juga akan digunakan untuk pembelian bahan baku serupa.

Perseroan menilai tambahan modal kerja dari IPO diperlukan untuk mengoptimalkan utilitas pabrik yang saat ini masih belum mencapai kapasitas maksimal. Dengan dana tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas operasional dan produktivitas, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan pendapatan.

Adapun jika dana hasil IPO tidak cukup untuk membiayai rencana penggunaan dana, perseroan membuka kemungkinan menggunakan sumber pendanaan lain, seperti pinjaman pihak ketiga maupun dana internal.

Geliat Ekspansi
Di samping itu, RLCO kini tengah menggenjot ekspansi ke internasional usai resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menargetkan ekspor produk olahan sarang burung walet ke sejumlah negara baru, termasuk Vietnam, Thailand, hingga Amerika Serikat.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, menegaskan ekspansi tersebut menjadi babak baru transformasi perusahaan. Mulai dari eksportir bahan mentah menjadi produsen produk kesehatan konsumen dengan nilai tambah tinggi. Ia menjelaskan dipilihnya Vietnam, Thailand, dan Amerika Serikat karena potensi pertumbuhan yang besar di pasar wellness dan suplemen kesehatan.

Ia juga mengatakan ekspor ke Vietnam telah dimulai pada kuartal keempat 2025. Selanjutnya, Thailand ditargetkan menyusul pada kuartal kedua 2026, dan ekspansi ke Amerika Serikat direncanakan berlangsung pada kuartal keempat 2026. Di samping itu, RLCO juga membuka peluang untuk masuk ke pasar lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Filipina dan negara lainnya.

“Ekspansi kami bukan lagi mengekspor bahan mentah, tetapi produk jadi dan fokus kami adalah minuman sarang burung walet dan produk nutrisi yang sudah diolah,” kata Edwin dalam konferensi pers usai IPO di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/12).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan