Pengusaha AMDK Diminta Lakukan Strategi Paralel Saat Harga Plastik Naik

Pengusaha AMDK Diminta Lakukan Strategi Paralel Saat Harga Plastik Naik

Pengusaha AMDK Diminta Lakukan - Pengusaha AMDK Diminta Lakukan Strategi Paralel Sa pt 1
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) mengajak para pelaku industri Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) untuk segera melakukan langkah-langkah strategis yang paralel. Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak dari kenaikan harga plastik dalam negeri saat ini.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh pelaku industri AMDK adalah efisiensi internal. Upaya ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain kemasan dengan pendekatan light-weighting, meningkatkan efisiensi logistik, serta menaikkan produktivitas pabrik agar dapat mengurangi beban biaya yang meningkat.

Selain itu, Amdatara juga mendorong pelaku industri untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular. Hal ini meliputi pertimbangan penggunaan bahan baku rPET lokal dan memperkuat kemitraan daur ulang domestik. Dengan demikian, ketergantungan terhadap resin virgin impor dapat dikurangi.

Menurut Karyanto, upaya ini akan memberikan dampak positif bagi industri AMDK, baik secara lingkungan maupun ekonomi. Ia menjelaskan bahwa dengan memperkuat sistem daur ulang, industri bisa mengurangi risiko kenaikan harga plastik yang terus berlangsung.

Selanjutnya, Amdatara juga mengharapkan adanya kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang difasilitasi oleh organisasi tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pemerintah RI memberikan insentif bagi industri daur ulang nasional.

"Kami berharap pemerintah dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di sektor kemasan dan logistik, serta menjamin kepastian pasokan bahan baku plastik yang kompetitif," tambah Karyanto.

Namun, jika kenaikan harga plastik terus berlanjut dan tidak ada solusi alternatif lain, Amdatara menyarankan industri AMDK untuk menaikkan harga jual produknya. Namun, langkah ini hanya dilakukan sebagai opsi terakhir.

"Secara umum, potensi kenaikan harga AMDK diperkirakan bisa mencapai di atas 10%, tergantung pada kategori produk, kemampuan masing-masing produsen, dan faktor-faktor lain," ujar Karyanto.

Industri AMDK, kata dia, tetap berkomitmen untuk melakukan penyesuaian harga secara bertanggung jawab, transparan, dan tetap mempertimbangkan akses masyarakat terhadap air minum yang aman.

Beberapa langkah strategis yang disarankan oleh Amdatara antara lain:

  • Efisiensi internal melalui optimasi desain kemasan (light-weighting), efisiensi logistik, dan peningkatan produktivitas pabrik
  • Percepatan penerapan ekonomi sirkular dengan penggunaan bahan baku rPET lokal dan penguatan kemitraan daur ulang domestik
  • Kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendorong pemerintah memberikan insentif bagi industri daur ulang
  • Penyesuaian harga jual sebagai opsi terakhir jika kenaikan harga plastik tidak dapat dihindari

Dengan langkah-langkah ini, Amdatara berharap industri AMDK dapat tetap bertahan dan berkembang meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.