Pengusaha Bulu Mata di Bekasi Diburu Polisi Karena Terlibat Penipuan Investasi Bodong

admin.aiotrade 05 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Pengusaha Bulu Mata di Bekasi Diburu Polisi Karena Terlibat Penipuan Investasi Bodong
Pengusaha Bulu Mata di Bekasi Diburu Polisi Karena Terlibat Penipuan Investasi Bodong

Penyelidikan Kasus Investasi Bodong Berkedok Bisnis Kosmetik di Bekasi Selatan

Penyelidikan terhadap kasus investasi bodong yang berkedok bisnis kosmetik di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, masih dalam proses. Polres Metro Bekasi Kota kini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindakan penipuan yang dilakukan oleh seorang pemilik usaha bulu mata.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban. Menurutnya, laporan tersebut akan diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban Investasi Bodong Mengeluh

Beberapa perempuan mengaku menjadi korban dari investasi bodong yang disampaikan melalui bisnis kosmetik. Mereka telah membuat laporan resmi dengan mendatangi Polres Metro Bekasi Kota dan Kecamatan Medan Satria pada hari Sabtu (4/10/2025). Laporan tersebut ditujukan kepada seorang pemilik usaha bulu mata berinisial BLH yang diduga terlibat dalam tindakan penipuan.

Laporan para korban diterima oleh SPKT Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/B/2473/X/2025/SPKT/POLREA METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Seorang korban, Ismayanti (35), menjelaskan bahwa dirinya adalah pelanggan di tempat usaha kosmetik tersebut. Ia melihat langsung bagaimana usaha BLH berjalan. Setelah mengetahui keberadaan usaha tersebut, BLH yang memiliki kontak admin memberi informasi untuk bergabung dalam investasi.

"Para pelaku membagikan informasi tentang investasi kemitraan yang menjanjikan penghasilan lumayan menguntungkan," ujar Ismayanti.

Ismayanti mengatakan bahwa ia bergabung dalam bisnis investasi tersebut sejak 4 Januari 2025 dan telah menyetorkan dana investasi sebesar Rp 45.000.000 kepada BLH. Ia dijanjikan keuntungan 100 persen atau dua kali lipat dari nilai investasi yang ditanamkan.

Namun, setelah beberapa bulan berjalan, uang pendapatan tidak dibayarkan. Bahkan, modal yang ia tanam pun tidak kembali.

Ismayanti memperkirakan jumlah korban investasi bodong mencapai 100 orang. Total kerugian yang dialami diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Pengalaman Korban Lain

Sementara itu, Tania (27) juga mengungkapkan pengalamannya sebagai pelanggan salon milik BLH. Ia menyetorkan uang sebesar Rp 6.500.000 kepada BLH untuk investasi dari usaha milik pelaku pada bulan Januari 2025.

"Tahun 2020 saya sudah kena, jadi saya simpan nomornya. Adminnya share informasi investasi dan saya tergiur karena angkanya lumayan," kata Tania.

Tania mengatakan bahwa ia bergabung dalam investasi sejak Januari 2025 dan telah menyetor uang sebesar Rp 6.500.000. Pada periode Januari hingga April 2025, ia menerima pendapatan sebesar Rp 40 ribu per hari, total Rp 1.800.000.

Namun, mulai Mei hingga Juli, ia tidak lagi menerima pembayaran dari hasil investasi tersebut. Pada Agustus, ia hanya menerima Rp 100 ribu dan sejak saat itu, hanya dijanjikan saja tanpa ada realisasi.

Harapan Para Korban

Mewakili para korban lainnya, Tania berharap polisi segera menindaklanjuti laporannya. Ia berharap agar BLH segera ditangkap agar tidak ada lagi korban baru.

"Kami minta ia ditangkap agar tidak ada lagi korban lainnya, cukup kita saja," ujarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan