
Investor Asing Tertarik pada Sektor Perkebunan di Buol
Kabupaten Buol kembali menjadi pusat perhatian dari para investor asing. Seorang pengusaha asal Taiwan, Mr. Jhung Yungchung, menyatakan kesiapannya untuk menanamkan modal besar di sektor perkebunan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa “Tanah Buol” kini dipandang sebagai daerah potensial untuk pengembangan komoditas bernilai ekspor.
Kehadiran Yungchung bersama PT Yusri Multi Guna Abadi (YMGA) langsung disambut oleh Bupati Buol Risharyudi Triwibowo. Dalam pertemuan tersebut, Yungchung memaparkan rencana pengembangan durian unggul kualitas ekspor seperti Montong, Musang King, dan Durian Hitam, yang akan diproyeksikan menyasar pasar Taiwan, Cina, hingga Thailand.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tidak hanya membangun kebun skala besar, Yungchung juga berencana mendirikan pabrik pengolahan durian frozen di wilayah “Tanah Pogogul”. Kehadiran pabrik ini digadang-gadang menjadi pusat hilirisasi dan nilai tambah yang sejalan dengan program nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang menekankan penguatan rantai pasok dan industri pangan.
Rencana besar ini sejalan dengan visi Pemkab Buol melalui konsep Agropolitan, yang menjadi program prioritas Bupati Bowo dan Wabup Nasir. Program ini juga selaras dengan spirit pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah melalui program “Sembilan Berani” Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reni, terutama pada aspek ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.
Pemkab Buol telah menyiapkan 500 hektare lahan di Desa Monggonit, Kecamatan Tiloan, sebagai lokasi pengembangan kebun durian unggulan tersebut. Saat ini, berbagai syarat administrasi tengah dilengkapi sebelum proses penanaman skala besar dimulai pada pertengahan 2026.
Bupati Bowo menegaskan bahwa investasi besar seperti ini hanya dapat masuk apabila daerah dikelola dengan baik. Berbekal pengalamannya selama 10 tahun sebagai Staf Khusus di Kementerian Desa dan Kementerian Ketenagakerjaan, Bowo optimistis Buol mampu mengelola investasi dan memaksimalkan potensi sektor perkebunan, pertanian, hingga pariwisata.
Untuk memastikan program Agropolitan berjalan efektif, Pemkab Buol telah membentuk Tim Kerja Pengembangan Kawasan Agrobisnis yang diketuai H. Lut Paker, S.Pd.I. Tim ini bertugas menyusun strategi, mengidentifikasi potensi, serta memastikan seluruh proses berjalan terukur dan akuntabel. Lut juga ditunjuk sebagai utusan khusus Bupati untuk pengembangan agro bisnis daerah.
Bupati Bowo mengingatkan tim agar bekerja “cepat, cerdas, dan tepat” guna meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Buol. Ia menegaskan bahwa peluang besar seperti ini harus ditangkap dan dimanfaatkan demi kesejahteraan seluruh warga. “Ada yang datang jauh-jauh membawa investasi untuk membuat kita kaya, maka ini harus direbut,” tegasnya.
Dengan hadirnya investor internasional, kesiapan lahan 500 Ha, dan pabrik pengolahan berstandar ekspor, Buol kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi daerah Agropolitan Maju dan Mandiri. Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung langkah besar ini demi terwujudnya Buol yang makmur, kuat, dan berdaya saing tinggi.
Jika terealisasi, proyek durian ekspor ini diyakini menjadi tonggak baru ekonomi Buol, sekaligus membuka lapangan kerja dan membuka jalan bagi investasi sektor lainnya seperti pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Buol bersiap menyambut era baru—era peningkatan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang terintegrasi dan berorientasi global.