Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP di Masa Prabowo

Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP di Masa Prabowo

Peningkatan Kuota FLPP untuk KPR Subsidi di Tahun 2026

Pemerintah telah menetapkan peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2026. Dalam dokumen Buku Saku 0%, alokasi anggaran tersebut dinaikkan hingga mencapai 350 ribu unit. Program ini dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan dukungan likuiditas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara itu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bertugas sebagai pengelola dan penyalur dana kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Sejak 2025, alokasi anggaran ditingkatkan hingga 350 ribu unit," demikian disebutkan dalam Buku Saku 0%.

Kemudahan Akses bagi Pejaba Formal dan Informal

Peningkatan Kuota KPR Subsidi - Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP di Masa Prabowo pt 1
FLPP dirancang untuk mempermudah akses KPR bersubsidi bagi MBR, termasuk kelompok masyarakat berpendapatan tetap maupun tidak tetap. Program ini memberikan berbagai keunggulan yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat.

"FLPP dirancang untuk memberikan kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi bagi MBR, baik yang berpendapatan tetap maupun tidak tetap, dengan bunga tetap, uang muka yang rendah, dan cicilan yang ringan," tulis keterangan di Buku Saku 0%.

Suku Bunga 5 Persen dan Tenor 20 Tahun

Peningkatan Kuota KPR Subsidi - Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP di Masa Prabowo pt 2
Melalui skema FLPP, masyarakat dapat memperoleh fasilitas uang muka mulai dari satu persen dari harga limit. Selain itu, pemerintah menetapkan suku bunga tetap sebesar 5 persen hingga masa pelunasan dengan jangka waktu kredit atau tenor mencapai 20 tahun.

"Skema pembiayaan dimaksud memberikan kemudahan berupa cicilan yang terjangkau bagi MBR penerima manfaat," tulis Buku Saku 0%.

Perbandingan Realisasi Tahunan Berdasarkan Data BP Tapera

Peningkatan Kuota KPR Subsidi - Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP di Masa Prabowo pt 3
Berdasarkan data historis BP Tapera, realisasi program FLPP mengalami fluktuasi sejak pertama kali diluncurkan. Capaian pada era pemerintahan Presiden Prabowo di 2025 tercatat melampaui angka tahun-tahun sebelumnya.

Berikut data realisasi penyaluran FLPP:

  • Tahun 2010: 7.959 unit
  • Tahun 2011: 109.592
  • Tahun 2012: 64.785
  • Tahun 2013: 102.711
  • Tahun 2014: 76.057
  • Tahun 2015: 76.488
  • Tahun 2016: 58.469
  • Tahun 2017: 23.763
  • Tahun 2018: 57.939
  • Tahun 2019: 77.835
  • Tahun 2020: 109.253
  • Tahun 2021: 178.728
  • Tahun 2022: 226.000
  • Tahun 2023: 229.000
  • Tahun 2024: 200.300
  • Tahun 2025: 278.868
  • Tahun 2026: 350.000

Dengan data di atas, maka benar kuota FLPP untuk KPR subsidi meningkat di era Presiden Prabowo Subianto dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Inisiatif dan Pengembangan FLPP

Selain peningkatan kuota, pemerintah juga aktif dalam memperluas akses FLPP kepada masyarakat. Salah satunya adalah peresmian akad massal 50 ribuan KPR FLPP di 33 provinsi oleh Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses perumahan bagi MBR.

Selain itu, Bank Tabungan Negara (BTN) berharap dapat mencapai pertumbuhan kredit sebesar 9% melalui program FLPP. Ini menunjukkan bahwa FLPP tidak hanya menjadi solusi perumahan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.