Penjatahan IPO SUPA Selesai, Ritel Hanya Dapat 3 Lot

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Penjatahan IPO SUPA Selesai, Ritel Hanya Dapat 3 Lot

Kehadiran Superbank di Bursa Efek Indonesia

Superbank, atau PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), menjadi perhatian besar bagi para investor ritel setelah mengumumkan pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) yang sangat diminati. Meski telah menyiapkan dana jutaan rupiah, banyak investor hanya mendapatkan jatah sebanyak 3 lot saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Superbank akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/12) pagi. Saat penjatahan efek rampung, SUPA tercatat memiliki kelebihan permintaan hingga 318,69 kali dan mencetak rekor karena diburu lebih dari 1 juta order.

Harga pelaksanaan IPO Superbank ditetapkan sebesar Rp 635 per lembar saham dengan melepas maksimal 4,40 miliar saham baru atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100 dengan potensi dana segar yang dihimpun mencapai Rp 2,79 triliun.

Salah satu investor yang ikut dalam euforia IPO ini adalah Damara (32), seorang investor asal Jakarta yang biasa membeli saham melalui IPO. Dalam IPO Superbank (SUPA), ia memesan sebanyak 170 lot saham hingga merogoh kocek Rp 10,79 juta. Namun, saat penjatahan rampung, dari pesanan tersebut, Damara hanya mendapatkan 3 lot atau sekitar 1,76%.

“Hahahaha sad,” ucap Damara ketika dihubungi sebuah situs berita, Selasa (16/12).

Putri (24) juga mengikuti IPO Superbank dengan membeli 3 lot saham dan ternyata mendapatkan 100% dengan nilai Rp 190.500. Ia sengaja tidak memborong banyak karena mengira hanya akan kebagian 1 lot, seperti pengalaman IPO yang pernah diikutinya sebelumnya.

Untuk meningkatkan peluang mendapatkan saham lebih besar di IPO SUPA, Putri akhirnya numpang beli lewat sekuritas milik kakaknya dan mendapatkan 3 lot saham.

“Habis kalau enggak begitu dapatnya dikit terus,” kata Putri.

Sementara itu, Ary (30) yang sebenarnya tidak terlalu menyukai membeli saham lewat IPO, mengaku hanya ikut-ikutan saat euforia IPO Superbank. Ia pun membeli 2 lot seharga Rp 127.000 dengan perkiraan tidak akan mendapat jatah. Namun saat distribusi, Ary justru memperoleh 2 lot atau 100%.

“Lumayan lah kirain enggak bakal kebagian,” kata Ary.

Dini (25) juga tak mau ketinggalan, ia menggelontorkan dana Rp 5.715.000 untuk memesan 90 lot saham pada IPO Superbank (SUPA). Namun, seperti investor ritel lainnya, ia hanya mendapatkan 3 lot saham saat penjatahan.

Aturan Penjatahan IPO Superbank

Dalam IPO kali ini, Superbank menggunakan dua model penjatahan yaitu penjatahan pasti dan penjatahan terpusat. Penjatahan pasti atau fixed allotment diberikan kepada partisipan admin yaitu Penjamin Emisi Efek yang selanjutnya menyesuaikan pesanan pemodal.

Selanjutnya alokasi penjatahan terpusat diberikan kepada investor ritel. Adapun ketentuannya adalah untuk investor penjatahan terpusat ritel dengan nilai pesanan paling banyak Rp 100 juta dan investor penjatahan terpusat selain ritel nilai pesanan lebih dari Rp 100 juta dengan perbandingan 1:2.

Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan saham pada penjatahan terpusat dengan batasan tertentu, jumlah saham yang dialokasikan untuk penjatahan pasti akan disesuaikan dengan jumlah saham yang tersedia. Selanjutnya dalam hal jumlah saham yang dipesan oleh pemodal pada alokasi penjatahan terpusat melebihi jumlah saham yang dialokasikan maka akan dilakukan pembagian rata. Pada penjatahan terpusat ritel dan penjatahan terpusat selain ritel, untuk setiap pemodal dilakukan penjatahan saham terlebih dahulu paling banyak sampai dengan 10 satuan perdagangan atau sesuai pesanannya untuk pemesanan yang kurang dari 10 satuan perdagangan.

Valuasi IPO SUPA

Dengan harga penawaran Rp 635 per saham, Sucor Sekuritas menilai Superbank memiliki Price to Book Value (PBV) sekitar 2,64 kali. Angka itu menjadi salah satu bank digital dengan valuasi paling rendah dibandingkan kompetitor.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyebut tingginya minat investor pada IPO Superbank menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Menurut dia, tingginya permintaan yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental serta prospek Superbank.

Tak hanya itu Bernadus berharap kelebihan permintaan tersebut dapat berdampak positif pada likuiditas perdagangan saham setelah pencatatan, sekaligus menjadi pendorong pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.

“Respons seperti ini menandakan bahwa appetite investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat,” kata Bernadus dalam keterangan, Selasa (16/12).

Apalagi sebelumnya ia sempat mengatakan Superbank berada pada level valuasi yang sangat kompetitif. Ia mengaku Superbank adalah salah satu bank digital dengan valuasi termurah di pasar. Menurutnya, SUPA jauh di bawah PBV bank digital seperti Bank Jago (ARTO), Allo Bank Indonesia (BBHI), maupun Bank Aladin Syariah (BANK).

“Jika dibandingkan dengan ARTO, BBHI, atau Aladin yang PBV-nya jauh lebih tinggi, maka secara valuasi Superbank berada pada level yang sangat menarik bagi investor,” kata Bernadus.

Bernadus menilai rendahnya valuasi Superbank membuka ruang besar untuk rerating, terutama jika bank mampu mengeksekusi strategi pertumbuhan dan memaksimalkan ekosistem digitalnya. Ia menjelaskan bank digital umumnya diperdagangkan dengan valuasi premium karena prospek pertumbuhannya tinggi, namun Superbank saat ini justru berada pada level konservatif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan