Penjelasan PLN: Listrik Aceh Tamiang Menyala Saat Presiden Prabowo Datang

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Penjelasan PLN: Listrik Aceh Tamiang Menyala Saat Presiden Prabowo Datang

Kondisi Listrik Aceh Tamiang yang Masih Belum Stabil

Kondisi kelistrikan di Aceh Tamiang menjadi perhatian masyarakat setelah sempat menyala saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Desember 2025. Namun, setelah agenda kunjungan selesai, listrik kembali padam. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu partai yang mengkritik kondisi ini adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka mempertanyakan konsistensi pasokan listrik di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Kritik ini semakin tajam karena kondisi listrik yang tidak stabil ini terjadi di tengah upaya pemulihan pascabencana.

Penjelasan PLN Mengenai Pemulihan Sistem Kelistrikan

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, menjelaskan bahwa Aceh Tamiang masih dalam tahap pemulihan sistem kelistrikan setelah bencana. Kondisi ini menyebabkan pasokan listrik belum stabil, sehingga dilakukan pemadaman secara bergantian.

"Dalam pemulihan sistem interkoneksi kelistrikan Aceh, masih diperlukan manajemen beban untuk mengatur nyala dan padam secara bergantian sesuai tahapan pemulihan," ujarnya.

PLN terus berupaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Aceh meskipun medan yang dihadapi cukup berat. Untuk sementara waktu, pasokan listrik di beberapa wilayah Aceh, termasuk Aceh Tamiang, disuplai melalui pembangkit diesel PLN. Listrik ini diprioritaskan untuk fasilitas layanan umum seperti rumah sakit, PDAM, serta perkantoran publik.

Upaya Memperbaiki Jalur Transmisi Utama

Sementara itu, pemulihan listrik bagi pelanggan rumah tangga masih terus diupayakan. Salah satu fokus utamanya adalah menyelesaikan perbaikan jalur transmisi utama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan-Langsa.

"Ini sedang dikerjakan siang-malam di tengah cuaca yang masih tidak menentu," kata Gregorius.

Penyambungan kabel tegangan tinggi pada Tower Emergency (TE) SUTT 150 kV ruas Pangkalan Brandan-Langsa saat ini telah rampung dan tengah memasuki tahap pengecekan akhir. Setelah interkoneksi pulih, PLN akan melakukan penyalaan PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4. Setelah itu, listrik akan dialirkan ke gardu induk, penyulang, dan gardu distribusi di seluruh Aceh.

"Pemulihan ini kami lakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan listrik stabil dan aman," ucap Gregorius.

Kritik dari Partai Keadilan Sejahtera

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pipin Sopian, menyoroti kondisi Aceh yang belum pulih sistem kelistrikannya pascabencana banjir dan longsor. Ia mempertanyakan listrik yang sempat hidup saat Presiden Prabowo hadir di Aceh Tamiang, tetapi kemudian mati setelah kunjungan selesai.

Dia mendesak Menteri ESDM dan PLN untuk mengklarifikasi masalah tersebut. "Ini aneh, kenapa itu bisa terjadi? Saya minta kepada Menteri ESDM dan PLN agar mengklarifikasi hal ini. Termasuk dipasangnya tenda-tenda BNPB menjelang kehadiran Presiden. Padahal, belasan hari pascabanjir tidak ada. Saya yakin hal ini tidak diinginkan Presiden Prabowo," ujar Pipin.

Proses Pemulihan yang Terus Berlangsung

Meskipun ada kritik, PLN tetap berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Aceh. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kondisi listrik dapat kembali stabil dan memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Pemulihan ini tidak hanya tentang teknis, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat terhadap kinerja PLN dalam menghadapi bencana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan