Penjual Mie Ayam di Semarang Minta Pembeli Makan Cepat karena Perasaan Aneh

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Penjual Mie Ayam di Semarang Minta Pembeli Makan Cepat karena Perasaan Aneh


UNGARAN, aiotrade
Jumiati (54) tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur meskipun baru saja mengalami bencana. Rumahnya yang berada di Desa Tlompakan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, rusak akibat longsoran tanah. Bagian ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan warung mie ayam tempatnya mencari rezeki mengalami kerusakan parah.

"Mesin pendingin atau freezer, peralatan masak, dan perabot juga rusak," ujarnya pada Jumat (24/10/2025). Ia menceritakan bahwa longsor terjadi pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. "Setelah itu ada longsoran susulan tadi malam, pukul 24.00 WIB," tambahnya. Meski rumah rusak, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada saat longsor pertama, ada dua pembeli yang sedang duduk di bagian belakang warung mie ayam. Jumiati langsung meminta mereka untuk pindah ke bagian depan. "Karena di tembok bagian belakang sudah retak, jadi saya minta mereka pindah agar aman," kata dia. Bahkan saat memasak mie, ia meminta para pembeli untuk segera menyelesaikan makanannya. "Padahal saat itu sedang hujan, pembeli pergi dan langsung terjadi longsor," ujarnya.

Jumiati mengaku memiliki firasat tentang kejadian tersebut. "Malam itu saya berdoa agar kejadian tidak terjadi di malam hari, karena siangnya saya panggil tukang untuk memperbaiki, ternyata belum datang malah longsor duluan," katanya.

Menurutnya, sebelum longsor, beberapa bagian rumahnya sudah retak-retak. "Ada yang retak kecil, ada yang besar. Karena itu saya berniat memanggil tukang," ujar Jumiati. Ia mengaku belum bisa berpikir untuk masa depan, tapi bersyukur tidak ada korban dalam kejadian ini. "Kemarin dari BPBD dan pihak desa sudah datang meninjau longsor," tambahnya.

Karena rumah yang ditempati rusak parah, Jumiati, suaminya, dan neneknya harus sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat. "Cari tempat yang aman dulu, karena juga masih hujan, takut kalau ada longsor lagi," ujarnya.

Berharap bantuan pemerintah
Sementara itu, Ketua RW 6 Muludan Desa Tlompakan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, Raminto, mengatakan warga bergotong royong membersihkan material akibat longsor. "Karena dari warga tidak ada dana kas untuk bencana, kami berharap ada bantuan pemerintah," ujarnya.

Raminto menjelaskan bahwa wilayahnya tergolong rawan bencana longsor karena faktor geografis. "Beberapa waktu lalu juga ada longsor cukup parah hingga menutup saluran irigasi," paparnya.

  • Beberapa faktor penyebab longsoran:
  • Curah hujan tinggi yang mengakibatkan tanah menjadi gembur.
  • Struktur tanah yang tidak stabil akibat aktivitas manusia seperti penggalian atau penambangan.
  • Perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan tidak menentu.

  • Langkah-langkah pencegahan:

  • Memperkuat struktur bangunan dengan menggunakan bahan yang tahan terhadap gempa dan longsoran.
  • Menanam pohon di area lereng untuk mencegah erosi tanah.
  • Melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanah dan lingkungan sekitar.

  • Bantuan yang dibutuhkan oleh warga:

  • Logistik seperti makanan, air minum, dan perlengkapan dasar.
  • Bantuan perbaikan rumah dan infrastruktur.
  • Pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat setempat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan