Penjualan apartemen mulai bangkit tahun depan

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Penjualan apartemen mulai bangkit tahun depan


aiotrade,
JAKARTA — Pasar apartemen strata-title atau kondominium di Indonesia diproyeksikan menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ini adalah kebijakan diskon pajak yang diberikan pemerintah.

Menurut Arief Rahardjo dari Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, penjualan apartemen di Jakarta pada 2026 akan mencapai 94% dari total suplai tersedia sebanyak 20.000 unit. Hal ini didorong oleh keputusan perpanjangan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Permintaan yang terjadi saat ini dengan adanya insentif PPN DTP ini mendorong permintaan di segmen menengah pada proyek-proyek yang eksisting," jelasnya dalam Konferensi Pers, Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, dalam paparannya Arief menjelaskan bahwa insentif pajak meningkatkan permintaan di segmen menengah dan menengah bawah. Lokasi dengan serapan paling besar akibat PPN DTP berada di wilayah Tangerang dan Bekasi.

Seiring dengan tingginya serapan apartemen yang mencapai 94% dari total suplai, Cushman & Wakefield memproyeksikan pengembang akan mulai melakukan ekspansi bisnis pada tahun depan. Setidaknya, sebanyak 11.300 unit apartemen diproyeksi selesai pada 2026. Mayoritas berlokasi di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

"Pasokan baru diperkirakan mulai tumbuh bertahap pada pertengahan tahun 2026 dan diproyeksikan semakin meningkat di tahun 2027," jelasnya.

Dari sisi harga, pertumbuhan diperkirakan tetap stabil pada 2026 di kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta per meter persegi dikarenakan adanya insentif PPN DTP tersebut.

"Kalau kita lihat harga jualnya itu juga diperkirakan tetap akan konservatif, sejalan dengan kondisi pasar yang stabil. Adanya insentif PPN DTP ini juga diharapkan dapat berperan dalam menjaga affordability," pungkasnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Pasar Apartemen

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan pasar apartemen di Indonesia antara lain:

  • Kebijakan Pajak
    Kebijakan PPN DTP yang diperpanjang hingga 2027 memberikan insentif bagi pembeli dan pengembang. Insentif ini membantu mengurangi beban biaya, sehingga membuat properti lebih terjangkau bagi masyarakat.

  • Permintaan Segmen Menengah
    Permintaan terbesar datang dari segmen menengah dan menengah bawah. Pengembang mulai memfokuskan proyek mereka pada pasar ini karena potensi permintaan yang tinggi.

  • Lokasi Strategis
    Wilayah seperti Tangerang dan Bekasi menjadi lokasi utama dengan serapan terbesar. Lokasi ini menawarkan akses yang baik ke pusat-pusat bisnis dan fasilitas umum.

  • Peningkatan Pasokan
    Proyeksi peningkatan pasokan apartemen akan dimulai pada pertengahan tahun 2026 dan terus meningkat hingga 2027. Hal ini menunjukkan optimisme pengembang terhadap pertumbuhan pasar.

Perkiraan Harga dan Stabilitas Pasar

Harga jual apartemen diperkirakan tetap stabil pada 2026. Kisaran harga berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per meter persegi. Stabilitas harga ini disebabkan oleh kombinasi antara insentif pajak dan kondisi pasar yang relatif stabil.

Selain itu, insentif pajak juga diharapkan dapat membantu menjaga affordability atau kemampuan masyarakat untuk membeli apartemen. Dengan harga yang konservatif dan insentif yang diberikan, pasar diharapkan tetap menarik bagi calon pembeli.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun ada optimisme tentang pertumbuhan pasar, beberapa tantangan masih harus dihadapi. Misalnya, persaingan antar pengembang yang semakin ketat, serta risiko fluktuasi ekonomi yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat.

Namun, peluang tetap besar. Dengan peningkatan infrastruktur, akses transportasi yang lebih baik, dan kebijakan yang mendukung, pasar apartemen di Indonesia diharapkan tetap berkembang secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Pasar apartemen strata-title di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Kebijakan pajak yang mendukung, permintaan dari segmen menengah, dan lokasi strategis menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan. Meski ada tantangan, peluang yang ada membuat sektor ini tetap menarik bagi pengembang dan investor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan