Penjualan Mobil Eropa di RI Siap Melaju Kencang Mulai 2027, IEU-CEPA Jadi Pemicu

admin.aiotrade 01 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Penjualan Mobil Eropa di RI Siap Melaju Kencang Mulai 2027, IEU-CEPA Jadi Pemicu


BMW Astra berharap pertumbuhan pasar mobil premium di Indonesia dapat meningkat seiring dengan adanya kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa yang dikenal sebagai Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Sanfrantis Tanu, Chief Executive BMW Astra, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses mempelajari detail aturan teknis dari IEU-CEPA. Saat ini, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa masih dalam tahap penggodokan skema kerja sama. Perjanjian ini diperkirakan akan mulai berlaku pada tahun 2027.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami belum tahu bagaimana pasal-pasal detailnya nanti. Memang isunya adalah akan ada kemudahan dalam hal tarif impor barang dari Eropa. Tapi, barang apa saja kategorinya dan tarifnya seperti apa itu kami belum tahu,” ujar Sanfrantis kepada sumber terkait.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa kesepakatan dagang tersebut akan menghapus tarif hingga nol untuk 96% barang yang diekspor Uni Eropa ke Indonesia dalam waktu lima tahun. Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan ekspor UE ke Indonesia setidaknya sebesar 30%, atau sekitar €3 miliar.

Tarif untuk mobil buatan Uni Eropa akan diturunkan dari 50% menjadi 0% dalam lima tahun, sementara bea untuk mesin dan peralatan elektronik akan turun dari 30% menjadi 0% mulai berlaku per 1 Januari 2027.

Akibatnya, BMW Astra berharap perjanjian IEU-CEPA akan memberikan dampak positif terhadap industri otomotif di Indonesia, khususnya mobil segmen premium agar lebih terjangkau bagi konsumen.

“Ya, kami berharap lah kalau misalkan memang ternyata nanti diberi kemudahan untuk otomotif dengan tarif yang sangat rendah. Ya semoga nanti pasarnya bisa tumbuh lebih kencang dan anak-anak muda bisa mempunyai mobil premium ini,” jelasnya.

Berdasarkan data Gaikindo, BMW mencatat penjualan wholesales sebanyak 980 unit pada Januari-Agustus 2025. Sementara penjualan ritel tercatat 1.537 unit pada periode yang sama.

Di sisi lain, pasar otomotif domestik masih mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Agustus 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 500.951 unit, atau turun 10,6% (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 560.552 unit.

Penjualan mobil secara ritel pun ikut menyusut 10,7% menjadi 522.162 unit, dibandingkan pada periode 8 bulan 2024 yang sebanyak 584.847 unit.

Kondisi ini membuat BMW Astra menahan ekspansi jaringan dealernya di Tanah Air. Sejauh ini perseroan telah memiliki 10 cabang dealer yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Denpasar.

"Kita tahu mungkin kondisi market otomotif tahun ini juga lagi cukup berat ya. Mungkin kami masih akan fokus dengan cabang yang kami punya saat ini,” pungkas Sanfrantis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan