Penjualan PHEV di Indonesia Capai 3 Ribu Unit, Chery Dominasi Pasar

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Penjualan PHEV di Indonesia Capai 3 Ribu Unit, Chery Dominasi Pasar

Tren Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia Mulai Berubah

Pasar mobil berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), selama periode Januari hingga September 2025 tercatat sebanyak 3.316 unit PHEV telah terdistribusi di pasar domestik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari total penjualan tersebut, pabrikan asal China yang berada di bawah naungan Chery Group mendominasi pasar. Model Chery Tiggo 8 CSH FWD menjadi yang terlaris dengan penjualan sebanyak 2.441 unit. Diikuti oleh Jaecoo J7 SHS 4x2 Turbo dengan 502 unit, dan Chery Tiggo 9 CSH FWD yang mencatatkan penjualan sebanyak 123 unit.

Berikutnya adalah model-model lain seperti Jaecoo J8 SHS ARDIS Turbo dengan 106 unit, Mazda CX-80 2.5 PHEV AWD Kuro (39 unit), Lexus RX 450h+ Luxury (31 unit), Volvo XC60 Plugin Hybrid (23 unit), Volvo XC90 Plugin Hybrid (18 unit), BMW XM AT (14 unit), serta Mazda CX-80 2.5 PHEV AWD Elite (13 unit).

Fluktuasi Penjualan Bulanan

Secara bulanan, penjualan PHEV mengalami fluktuasi namun menunjukkan tren positif di paruh kedua 2025. Pada Mei tercatat 413 unit, kemudian melonjak tajam pada Juni dengan 1.237 unit. Selanjutnya, Juli mencatatkan 347 unit, Agustus dengan 686 unit, dan September sebanyak 542 unit.

Pandangan dari Ketua Harian GAIKINDO

Anton Kemal Tasli, Ketua Harian GAIKINDO, menilai bahwa geliat penjualan PHEV ini sejalan dengan dinamika global. Pasar mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle atau BEV) mulai memasuki titik jenuh. Menurutnya, keterbatasan BEV seperti infrastruktur pengisian daya, waktu pengisian baterai yang lama, serta jarak tempuh yang terbatas membuat konsumen mulai beralih ke teknologi PHEV.

“Dengan segala keterbatasan BEV, pasti orang mulai beralih, dan itu pasti akan saturated ya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa fenomena serupa terjadi di China. Saat berkunjung ke sana tahun lalu, Anton menyampaikan bahwa para pemangku kepentingan di China juga menyadari batasan BEV dan mulai beralih ke teknologi PHEV serta teknologi lainnya.

Perkembangan di Eropa

Staf Khusus GAIKINDO, Stefanus Sutomo, menyebutkan bahwa di Eropa, penjualan kendaraan listrik menunjukkan tren penurunan untuk BEV, sementara penjualan hybrid meningkat.

“Di Eropa BEV-nya sudah mulai turun, sementara hybrid-nya naik,” katanya.

Perspektif dari Sekretaris Umum GAIKINDO

Meski demikian, Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, menilai masih terlalu dini untuk memprediksi kapan titik jenuh BEV akan terjadi di Indonesia.

“Data kita terlalu sedikit untuk bisa memproyeksikan itu. Masih terlalu awal,” katanya.

Kukuh menambahkan bahwa kehadiran mobil listrik saat ini justru membuka ceruk pasar baru, bukan merebut pasar yang sudah ada.

“Sebenarnya kalau ngomong sama beberapa merek yang menjual EV sekarang, itu ceruk baru, bukannya ngambil pasar yang sudah ada,” ungkapnya.

Ia juga melihat bahwa pasar hybrid konvensional masih akan tetap kuat dalam beberapa tahun mendatang.

“Tiga sampai lima tahun ke depan masih di hybrid, cukup stabil ya,” tutup Kukuh.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan