Penjualan Semen September 2025 Tetap Rendah Akibat Permintaan Proyek Infrastruktur yang Lemah

admin.aiotrade 19 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Penjualan Semen September 2025 Tetap Rendah Akibat Permintaan Proyek Infrastruktur yang Lemah


aiotrade.app, JAKARTA — Volume penjualan semen nasional pada bulan September 2025 masih mengalami penurunan, meskipun sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Laporan yang dirilis oleh Indo Premier Sekuritas menunjukkan bahwa total penjualan semen domestik turun sebesar 1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 6,07 juta ton pada bulan tersebut.

Secara bulanan (month-on-month/MoM), volume penjualan semen di Tanah Air mengalami kenaikan tipis sekitar 1%, dari 5,94 juta ton pada Agustus 2025. Meski demikian, kenaikan ini tidak cukup signifikan untuk menunjukkan adanya pemulihan permintaan yang kuat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis Jovent Muliadi dan Axel Azriel menjelaskan bahwa penurunan volume penjualan semen pada September 2025 terutama disebabkan oleh penurunan penjualan semen curah (bulk) sebesar 7% YoY menjadi 1,77 juta ton. Meski begitu, penjualan semen curah naik sebesar 1% MoM.

Sementara itu, volume penjualan semen kantong (bag) mengalami kenaikan sebesar 1% YoY dan juga meningkat 1% MoM. Pada September 2025, penjualan semen kantong mencapai 4,23 juta ton.

Menurut analis tersebut, kenaikan bulanan yang kecil ini lebih merupakan perbaikan musiman daripada tanda pemulihan permintaan yang nyata. “Peningkatan bulanan yang sedikit sejalan dengan pola musiman—volume September biasanya naik sekitar 3,2% MoM dalam tiga tahun terakhir,” tulis mereka dalam riset yang dirilis pada Kamis (15/10/2025).

Jika dilihat berdasarkan wilayah, pasar di Pulau Jawa tercatat stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Riset mencatat bahwa volume penjualan di Jawa stagnan secara tahunan, meski naik 2% MoM. Kenaikan ini didukung oleh permintaan yang lebih kuat di Jawa Timur yang naik 10% YoY dan Jawa Tengah yang meningkat 6 persen YoY.

Namun, kondisi di luar Jawa justru sedikit melemah. “Volume di luar Jawa turun 2% YoY (stagnan secara MoM), meski didukung oleh wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang naik 16% YoY, meski turun 3% MoM.” Artinya, pasar luar Jawa yang sebelumnya menjadi penopang pertumbuhan penjualan semen kini mulai kehilangan momentum karena melambatnya aktivitas konstruksi di beberapa provinsi besar seperti Sumatra dan Kalimantan.

“Permintaan dari proyek infrastruktur masih menjadi faktor penahan utama bagi volume semen nasional,” demikian Indo Premier menekankan dalam judul riset tersebut.

Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Semen

Beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan penjualan semen pada September 2025 antara lain:

  • Penurunan permintaan dari proyek infrastruktur: Aktivitas konstruksi di beberapa provinsi besar seperti Sumatra dan Kalimantan mengalami perlambatan, sehingga mengurangi permintaan akan semen.
  • Kurangnya pengembangan proyek baru: Banyak proyek infrastruktur yang belum dapat dimulai atau mengalami penundaan, sehingga memengaruhi volume penjualan.
  • Perubahan pola musiman: Meski ada kenaikan kecil secara bulanan, peningkatan tersebut lebih bersifat musiman dan tidak menunjukkan adanya pemulihan yang signifikan.

Perkembangan Pasar di Wilayah Jawa dan Luar Jawa

Pasar di Pulau Jawa tetap stabil, meskipun ada kenaikan kecil pada bulan September. Hal ini didorong oleh permintaan yang meningkat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, di luar Jawa, situasi justru lebih sulit. Meskipun wilayah Bali dan Nusa Tenggara mengalami kenaikan penjualan, penurunan di daerah lain seperti Sumatra dan Kalimantan membuat volume penjualan secara keseluruhan mengalami penurunan.

Prediksi dan Harapan untuk Bulan-Bulan Mendatang

Analis dari Indo Premier Sekuritas memprediksi bahwa jika aktivitas konstruksi kembali pulih, maka permintaan akan semen bisa meningkat. Namun, hingga saat ini, penurunan volume penjualan masih menjadi tantangan utama bagi industri semen nasional.

Kesimpulan

Meski terjadi kenaikan kecil secara bulanan, volume penjualan semen nasional pada September 2025 masih menunjukkan penurunan secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti perlambatan proyek infrastruktur dan perubahan pola musiman. Untuk masa depan, diperlukan strategi yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan permintaan semen, terutama di luar Jawa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan