
Penemuan Jasad Korban yang Hilang di Laut
Misteri hilangnya penumpang kapal MV Dumai Line 1 akhirnya terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah diidentifikasi sebagai Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath, menjelaskan bahwa pencarian terhadap korban dilakukan selama tujuh hari. Namun, hingga saat itu belum membuahkan hasil dan akhirnya dihentikan sesuai prosedur. Pencarian tersebut sempat berhenti karena tidak ada informasi signifikan yang diperoleh.
Titik terang muncul pada hari kesembilan setelah kejadian. Saat itu, tim gabungan menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan kerangka manusia di wilayah Desa Tebun, tepatnya di daerah Mereng. Kerangka tersebut ditemukan oleh nelayan dalam kondisi mengapung dan kemudian dievakuasi ke daratan saat air pasang.
Mendapat informasi itu, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polairud, dan TNI AL langsung menuju lokasi, jelas Ardath.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, menambahkan bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 09.00 WIB dari agen kapal Dumai Line. Sekitar pukul 09.05 WIB, tim rescue diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 2,52 mil laut. Korban kemudian berhasil dievakuasi pada pukul 09.45 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk proses identifikasi bersama pihak kepolisian.
Awalnya identitas korban masih menunggu kepastian. Namun dari ciri-ciri yang ditemukan, termasuk pakaian di sekitar lokasi, dugaan mengarah pada korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, ungkap Prima.
Kepastian identitas akhirnya diperoleh setelah pihak keluarga, termasuk adik kandung korban, datang ke rumah sakit dan memastikan bahwa jasad tersebut benar adalah Nasri. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan secara layak.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang sebelumnya telah dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polairud, TNI AL, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Nasri dilaporkan melompat dari kapal MV Dumai Line 1 pada Jumat, 10 April 2026, saat kapal melintas di perairan Repan, Kecamatan Rangsang. Upaya pencarian telah dilakukan hingga hari ketujuh, namun saat itu belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan beberapa hari kemudian.
Foto: Evakuasi kerangka korban melompat di pesisir Desa Tebun, Kepulauan Meranti oleh tim gabungan, Sabtu (19/4/2026).