
Laporan Statistik tentang Jumlah Penumpang dan Barang yang Ditransportasikan dengan Kereta
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terkini mengenai jumlah penumpang kereta di berbagai wilayah, termasuk Jawa dan non-Jawa, serta jenis layanan seperti kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh. Data ini mencakup periode Agustus 2025, yang menunjukkan tren penurunan jumlah penumpang dibanding bulan sebelumnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada Agustus 2025, total penumpang kereta mencapai 45,6 juta orang. Angka ini menurun sebesar 9,02 persen dibandingkan bulan Juli 2025. Sebagian besar dari jumlah tersebut berasal dari wilayah Jabodetabek, khususnya para pelaju (commuter), yang mencapai 28,9 juta orang atau sekitar 63,50 persen dari total penumpang.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh wilayah atau rute transportasi kereta, antara lain:
- Wilayah Komuter Jabodetabek: turun 7,81 persen
- Wilayah Jawa non-Jabodetabek: turun 14,70 persen
- Wilayah non-Jawa: turun 15,43 persen
- Kereta bandara: turun 4,33 persen
- MRT: turun 8,46 persen
- LRT: turun 5,67 persen
- Kereta cepat Whoosh: turun 8,00 persen
Namun, secara kumulatif, jumlah penumpang kereta pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai 357,5 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 8,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Peningkatan terjadi di berbagai wilayah dan rute, yaitu:
- Wilayah Komuter Jabodetabek: naik 5,65 persen
- Wilayah Jawa non-Jabodetabek: naik 9,71 persen
- Wilayah non-Jawa: naik 12,30 persen
- Kereta bandara: naik 18,16 persen
- MRT: naik 14,42 persen
- LRT: naik 35,58 persen
- Kereta cepat Whoosh: naik 5,49 persen
Perkembangan Pengangkutan Barang dengan Kereta
Selain penumpang, BPS juga melaporkan data pengangkutan barang melalui kereta. Pada Agustus 2025, total barang yang diangkut mencapai 6,4 juta ton, meningkat sebesar 2,61 persen dibanding bulan sebelumnya. Mayoritas barang yang diangkut, yaitu sebanyak 5,3 juta ton, berasal dari wilayah Sumatera, yang menyumbang 83,16 persen dari total barang yang diangkut.
Peningkatan jumlah barang tercatat di wilayah Sumatera sebesar 3,39 persen, sedangkan di wilayah Jawa non-Jabodetabek terjadi penurunan sebesar 1,07 persen.
Secara kumulatif, selama Januari–Agustus 2025, jumlah barang yang diangkut kereta mencapai 48,0 juta ton. Angka ini sedikit turun sebesar 0,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek sebesar 10,96 persen, sementara di wilayah Sumatera terjadi peningkatan sebesar 2,01 persen.
Tren dan Analisis
Data yang dirilis oleh BPS menunjukkan adanya fluktuasi dalam jumlah penumpang dan barang yang diangkut. Meskipun terjadi penurunan pada bulan Agustus 2025, secara kumulatif hingga Agustus, jumlah penumpang meningkat, sedangkan jumlah barang mengalami penurunan tipis. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perubahan pola mobilitas masyarakat, kebijakan pemerintah, atau kondisi ekonomi makro.
Perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami penyebab penurunan penumpang di beberapa wilayah dan peningkatan di wilayah lain. Selain itu, penting untuk memantau perkembangan pengangkutan barang agar dapat memastikan efisiensi dan keandalan sistem transportasi darat di Indonesia.