Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Tanjungkalian Jelang Nataru, ASDP Belum Tambah Jadwal Tambahan

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 28x dilihat
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Tanjungkalian Jelang Nataru, ASDP Belum Tambah Jadwal Tambahan
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Tanjungkalian Jelang Nataru, ASDP Belum Tambah Jadwal Tambahan

Penumpang Mulai Membanjiri Pelabuhan Tanjungkalian

Sejumlah penumpang mulai memenuhi kawasan Pelabuhan Tanjungkalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (15/12) sore. Para penumpang ini terlihat turun dari kapal feri dan bergegas menuju pintu keluar pelabuhan, sembari menenteng tas dan kardus. Salah satu penumpang, Mira, asal Sumatera Selatan mengatakan bahwa ia memanfaatkan momen libur sekolah bersama keluarganya untuk bepergian ke Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, bersama anak-anaknya.

Jadwal trip kapal feri dari Tanjungkalian Mentok-Tanjung Api Api Sumsel masih berjalan normal dengan sembilan trip dalam sehari. Keberangkatan kapal dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kepala Bidang Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama ASDP dan instansi terkait telah melakukan rapat bersama dan pemantauan intensif terkait kondisi pelabuhan Tanjungkalian. Mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang pada puncak arus libur Natal dan Tahun Baru, yaitu pada 22 hingga 24 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk antisipasi lonjakan di pelabuhan, mereka menyiapkan pengaturan di sisi parkir buffer zone yang berada di sekitar Pelabuhan Tanjungkalian. Operasional kapal di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok berjalan hampir 24 jam. Juswardi menilai kepadatan tidak akan terlalu tinggi dan masih dapat terurai dengan baik karena kapasitas kapal feri yang beroperasi saat ini relatif besar.

Persiapan di buffer zone nantinya tinggal dikoordinasikan dengan pihak ASDP, termasuk penggunaan fasilitas seperti penyediaan toilet, tempat istirahat, serta pos penanganan. Jika terjadi kendala sistem online pembelian tiket, pelayanan tetap bisa dilakukan secara offline.

Menurut informasi sementara, jadwal operasional Nataru diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 25 Desember 2025. Kemudian berlanjut kembali pada 30 Desember hingga 2 Januari 2026. Dari prediksi ASDP dan Perhubungan, kemungkinan ada kenaikan jumlah penumpang, namun tidak signifikan.

Pengamanan di Pelabuhan Tanjungkalian

Sejumlah personel gabungan juga mulai menempati posko pengamanan di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Pengamanan difokuskan pada perayaan Natal karena diprediksi bakal ramai menggunakan jasa angkutan kapal feri dan kapal cepat di tanggal 21 dan 22 Desember 2025 dengan puncak kegiatan pada malam Natal, 24 Desember 2025.

Sementara itu, pengamanan arus balik diperkirakan terjadi pada 2 dan 3 Januari 2026, mengingat aktivitas perkantoran kembali normal pada 5 Januari 2026.

General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai kesiapan dengan pihak terkait untuk mendukung mensukseskan angkutan Natal dan Tahun Baru. Ia mengakui bahwa saat ini trip kapal di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok-Tanjung Api Api Sumsel masih berjalan normal dengan sembilan trip per hari. Belum ada penambahan extra trip.

Kemungkinan ada tambahan jika ramai penumpang, sehingga skema padat hingga sangat padat sudah disiapkan. Ia menjelaskan bahwa apabila terjadi kepadatan saat libur Nataru di tanggal 21 dan 22 Desember, ASDP Tanjungkalian akan memperpendek masa tunggu agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan. Saat ini dua jam menunggu, mungkin nanti lebih pendek lagi, satu jam menunggu.

Untuk kondisi cuaca di laut, Agustinus mengakui bahwa tak menjadi persoalan. Karena Pelabuhan Tanjungkalian Mentok memiliki penahan ombak. Sehingga tidak menghambat saat kapal sandar di pinggir pelabuhan. Ada fenomena Supermoon, air pasang cukup tinggi dan gejolak di laut ombak cukup tinggi di tanggal 21 dan 22 Desember. Tentu itu bertepatan hari puncak libur. Di sini, Tanjungkalian ada penahan ombak, tentu memudahkan kapal untuk sandar. Kemungkinan tidak berpengaruh signifikan.

Gelar Rapat Koordinasi

KAPOLRES Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha telah melakukan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Menumbing 2025, pada Senin (15/12). Diakuinya, meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru membutuhkan kesiapsiagaan aparat yang didukung sinergi lintas sektoral.

"Polisi hadir untuk memberikan rasa aman. Hadir menjaga ibadah, hadir melayani masyarakat, dan hadir dalam setiap situasi yang menyangkut kepentingan kemanusiaan," ujar Pradana Aditya Nugraha. Ia menjelaskan bahwa meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru membutuhkan kesiapsiagaan aparat yang didukung sinergi lintas sektoral.

Oleh karena itu, keterlibatan seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Lilin Menumbing 2025. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Menurutnya, rasa aman masyarakat akan terbangun ketika aparat hadir dengan ketulusan dan kepedulian.

Polres Bangka Barat menyiapkan 132 personel, ditambah dengan Satpol PP dengan 31 orang, Kodim Bangka Barat ada 31 dan Pramuka ada 20 orang, untuk pengamanan Operasi Lilin Menumbing yang berlangsung 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan