Penurunan 14,8 Persen PNBP pada November 2025

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Penurunan 14,8 Persen PNBP pada November 2025

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun 2025

Pada tanggal 30 November 2025, jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai sebesar Rp 444,9 triliun. Angka ini setara dengan 93,2 persen dari outlook APBN tahun ini. Meskipun demikian, angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan untuk tahun 2025, yaitu sebesar Rp 477 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan, menjelaskan bahwa PNBP dari sumber daya alam minyak dan gas mencapai Rp 94 triliun atau 78,8 persen dari outlook APBN. Ia juga menyebutkan bahwa PNBP nonminyak dan gas mencapai Rp 125,8 triliun, atau 91,5 persen dari outlook APBN.

Selain itu, PNBP dari kekayaan negara dipisahkan mencapai Rp 11,9 triliun, atau 100,2 persen dari outlook APBN. Sementara itu, PNBP lainnya mencapai Rp 111,9 triliun atau 78,8 persen dari outlook APBN. Untuk Badan Layanan Umum, PNBP mencapai Rp 90,9 triliun atau 91,6 persen dari outlook APBN.

Perbandingan Dengan Tahun Sebelumnya

Dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah PNBP mengalami penurunan sebesar 14,8 persen. Pada periode yang sama di tahun 2024, PNBP tercatat sebesar Rp 522,5 triliun.

Suahasil menjelaskan bahwa PNBP sektor sumber daya alam pada tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2024. Khusus untuk minyak dan gas, PNBP menurun sebesar 12,4 persen secara year on year akibat pelemahan Indonesian Crude Price (ICP) dan penurunan lifting gas bumi serta lifting minyak bumi yang belum sesuai dengan target APBN.

“Lifting minyak buminya ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, tapi masih tetap di bawah dari target atau asumsi dasar APBN,” ujarnya.

Pertumbuhan PNBP Sektor Non-Minyak dan Gas

Sementara itu, PNBP sektor nonminyak dan gas tumbuh sebesar 0,7 persen secara year on year. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral dan dampak implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025.

Suahasil menambahkan bahwa pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk perubahan kurs mata uang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi PNBP

Beberapa faktor utama yang memengaruhi PNBP antara lain:

  • Perubahan harga minyak mentah: Pelemahan Indonesian Crude Price (ICP) berdampak langsung pada pendapatan dari sektor minyak dan gas.
  • Kinerja produksi: Penurunan lifting gas bumi dan minyak bumi tidak sesuai dengan target APBN.
  • Peraturan pemerintah: Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025 memberikan dampak terhadap peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral.
  • Kurs mata uang: Fluktuasi kurs dapat memengaruhi nilai PNBP dalam rupiah.

Tantangan dan Langkah yang Diambil

Meski PNBP mengalami penurunan, pemerintah tetap berupaya untuk meningkatkan kinerja sektor-sektor yang menjadi sumber PNBP. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Peningkatan efisiensi produksi: Memastikan lifting minyak dan gas mencapai target yang ditetapkan.
  • Penyesuaian kebijakan: Menyesuaikan regulasi agar lebih mendukung pertumbuhan PNBP.
  • Pemantauan harga: Mengawasi fluktuasi harga minyak mentah dan mengambil langkah strategis untuk mengurangi dampak negatifnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan PNBP tahun 2025 dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan