Penutupan Bali Fashion Week 2025 Session 1, Ketum Dekranas Pusat Beri Apresiasi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Penutupan Bali Fashion Week 2025 Session 1, Ketum Dekranas Pusat Beri Apresiasi
Penutupan Bali Fashion Week 2025 Session 1, Ketum Dekranas Pusat Beri Apresiasi

Penutupan Bali Fashion Week 2025 Session 1

Penutupan acara Bali Fashion Week 2025 Session 1 berlangsung di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali pada Jumat, 7 November 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama seminggu. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Gibran Rakabuming.

Selvi Gibran juga sempat mengunjungi IKM Bali Bangkit untuk berbelanja beberapa aksesoris. Hal ini menunjukkan perhatiannya terhadap karya-karya lokal yang diproduksi oleh pelaku usaha kecil dan menengah di Bali.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini (Putri Koster), menyampaikan sambutan dalam acara penutupan ini. Ia menjelaskan bahwa acara Bali Fashion Week diselenggarakan bersamaan dengan Festival Anggrek dan Bazar Kuliner selama satu minggu, yaitu dari tanggal 1 hingga 7 November 2025.

Menurut Putri Koster, penyelenggaraan Bali Fashion Week Session I Tahun 2025 ini memiliki makna khusus bagi Dekranasda Bali karena tidak diadakannya Kriya Nusa di Jakarta. Ia berharap agar para pengurus dan anggota Dekranasda bisa hadir kembali di acara seperti ini.

“Semoga Ibu terutama harapan kami dan juga pengurus yang lain bisa hadirkan kembali Bali untuk menyaksikan pakar desainer-desainer lokal kita yang mesti diwadahi, sehingga suatu saat mereka bisa mengglobal,” ujarnya.

Putri Koster juga menekankan pentingnya kontinuitas dalam penyelenggaraan acara seperti ini. Menurutnya, jika dilakukan secara konsisten, Bali akan lahir desainer-desainer yang mampu membawa model Indonesia menjadi prime setter global.

Ia berharap Indonesia dapat menjadi pusat model dunia, bukan hanya di belahan barat saja. Meski ini dianggap sebagai mimpi, ia menegaskan bahwa mimpi ini harus segera diwujudkan dengan kesabaran dan kerja keras.

Salah satu tugas utama Dekranasda adalah fungsi kontrol. Dekranasda Bali telah melakukan pengawasan terhadap kualitas produk karya kerajinan serta perkembangan sumber daya manusia, khususnya para perajin dan seniman-seniman kerajinan di Bali.

Untuk memperkuat komitmen ini, Dekranasda Bali menciptakan wadah pameran bernama IKM Bali Bangkit yang aktif sejak masa pandemi. Pameran ini berlangsung selama tiga tahun dan kembali dibuka pada tahun 2025 hingga 2030.

Peran Dekranas Pusat

Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Umum Dekranas Pusat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bali Fashion Week Session I 2025. Ia mengapresiasi kerja sama dan gotong royong yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Menurut Selvi, biasanya setiap tahun Dekranas Pusat menyelenggarakan pameran besar di Jakarta. Namun, karena situasi yang tidak mendukung, pameran tersebut harus ditunda selama satu tahun. Dengan demikian, Bali Fashion Week menjadi alternatif yang sangat baik.

Acara ini, kata Selvi, sangat bermanfaat bagi UMKM-UMKM di Bali. Ia berharap acara ini bisa terselenggara dua kali dalam setahun, dengan sesi kedua yang akan digelar bulan depan.

Tema yang diangkat pada sesi kedua adalah "Wastra Hita Para", yang mengacu pada keindahan dan kebijaksanaan dalam balutan wastra Nusantara. Menurut Selvi, kekayaan wastra Indonesia sangat beragam, dengan ciri khas masing-masing daerah. Ini menjadi modal kuat untuk mengembangkan budaya Indonesia ke depan.

Selvi juga berharap kegiatan ini menjadi sarana kreatif dalam melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap kali kita mengenakan pakaian wastra, khususnya perempuan, itu merupakan jati diri kita sebagai perempuan Indonesia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan