
Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Batangase Jelang Natal dan Tahun Baru
Harga komoditas bahan pokok di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terus mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para konsumen yang membutuhkan bahan pokok untuk berbagai keperluan.
Peningkatan Harga yang Signifikan
Berdasarkan informasi dari pedagang setempat, kenaikan harga mulai terasa sejak akhir November 2025. Salah satu pedagang, Mitha Makmur, mengatakan bahwa kenaikan paling terasa pada komoditi bawang merah. Sebelumnya, bawang merah dijual dengan harga Rp40 ribu perkilogram, namun kini melonjak menjadi Rp60 ribu perkilogram.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain bawang merah, cabai rawit juga mengalami kenaikan signifikan. Harga cabai rawit yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, kacang tanah yang sebelumnya dijual seharga Rp28 ribu kini meningkat menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Gula merah juga mengalami kenaikan harga, dari Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Bahkan telur yang biasanya dijual dengan harga stabil, kini tidak pernah turun dari harga Rp50 ribu per kilogram.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Menurut Mitha, kenaikan harga bawang merah dan cabai dipengaruhi oleh cuaca buruk yang memengaruhi hasil panen petani. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi bahan pokok berkurang, sehingga stok barang di pasar menjadi terbatas.
Sementara untuk kacang tanah, Mitha menyebutkan bahwa tidak ada barang impor yang masuk ke pasar, sehingga produksi lokal harus menanggung beban peningkatan harga. Ia juga menambahkan bahwa harga telur tidak pernah turun sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dampak pada Daya Beli Konsumen
Kenaikan harga bahan pokok ini sangat memengaruhi daya beli konsumen. Menurut Mitha, sebagian konsumen mengurangi jumlah belanjaan mereka dari yang biasanya. "Mereka mengurangi kalau biasa ambil 1/2 kilogram, sekarang sisa 1/4," ujarnya.
Beberapa konsumen bahkan menghindari membeli bahan pokok jika mengetahui harga yang tinggi. "Ada yang bisa mengerti ada juga yang langsung kabur kalau tau harganya," tambahnya.
Tanggapan dari Pembeli
Salah satu pembeli, Khadijah, mengaku cukup terbebani dengan tingginya harga bahan pokok saat ini. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu komoditi saja, tetapi hampir seluruh bahan pokok harganya melonjak tajam.
"Sepandai-pandainya saja mengatur bagaimana, dikurangi pembeliannya, karena kalau mau belanja langsung banyak, boncos juga," katanya.
Khadijah berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran. Ia menilai bahwa dengan datangnya tahun baru, banyak orang akan membutuhkan bahan pokok untuk acara keluarga. "Jadi butuh banyak bahan pokok," tutupnya.